Dior Small Lady D-Joy Bag. (Foto: Dok. Dior)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Lebaran bukan lagi sekadar momen maaf-maafan, tapi juga ajang adu mentereng penampilan. Bagi yang dompetnya belum sanggup memboyong satu unit rumah dalam bentuk tas, jasa sewa tas mewah jadi jalan pintas. Chanel dan Dior pun laris manis jadi barang pinjaman demi tampil wah di depan keluarga besar.
“Merek yang biasanya disewakan adalah Chanel dan Dior karena keduanya memiliki tipe tas klasik dan banyak peminatnya,” ujar Edha Clarissa dari tim Sales dan Marketing Lavergne.id, dikutip dari Antara, Sabtu (21/3/2026).
Peminatnya bukan orang sembarangan, melainkan kalangan profesional usia 30-an. Dengan tarif Rp300 ribu hingga Rp1,5 juta sekali sewa, mereka sudah bisa menjinjing tas desainer ternama. Tak heran, omzet penyewaan tas ini bisa menembus Rp150 juta menjelang Lebaran.
Klaim gaya hidup cerdas pun muncul untuk melegitimasi tren ini. Ketua APPMI Jakarta, Dana Duriyatna, menilai masyarakat kini lebih kritis soal nilai guna (value for money).
“Kami melihat ini sebagai bentuk adaptasi gaya hidup yang cerdas. Konsumen sekarang semakin kritis dan mempertimbangkan nilai guna,” kata Dana.
Alih-alih menguras tabungan untuk membeli barang yang hanya dipakai satu-dua kali setahun, menyewa dianggap sebagai langkah dewasa dalam mengelola anggaran. Gengsi tetap dapat, saldo di rekening pun selamat.
Tak berhenti di soal hemat, tren ini juga dibalut narasi sustainable fashion. Dengan menyewa, satu tas bisa berpindah-pindah tangan, yang secara teori menekan produksi berlebih dan limbah mikroplastik.
Namun, apakah benar efisiensi finansial, atau sekadar ketakutan akan kehilangan validasi sosial?
Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.












