Doa sebelum mudik lebaran. (Foto: Inilah.com/Gemini AI)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Momen mudik selalu dinanti sebagai ajang berkumpul bersama keluarga. Namun, bagi penderita saraf kejepit, perjalanan panjang dengan posisi duduk berjam-jam kerap menjadi tantangan tersendiri karena dapat memicu nyeri yang lebih hebat.
Dokter Spesialis Ortopedi dan Traumatologi Konsultan Tulang Belakang, dr. Omar Luthfi dari Eka Hospital Cibubur menjelaskan, istilah saraf kejepit merujuk pada kondisi ketika saraf mengalami tekanan, baik dari bantalan tulang belakang, tulang, maupun jaringan di sekitarnya.
“Keluhan yang muncul bisa berupa nyeri punggung atau leher, nyeri menjalar ke lengan atau kaki, hingga kesemutan atau baal. Namun tidak semua nyeri punggung berarti saraf kejepit,” ujarnya, Jakarta, Minggu (22/03/2026).
Meski demikian, penderita tidak perlu khawatir berlebihan saat akan mudik. Dengan persiapan yang tepat, perjalanan tetap bisa dilakukan dengan nyaman.
Berikut beberapa tips agar tetap nyaman:
Pertama, ubah posisi duduk secara berkala. Duduk terlalu lama dalam satu posisi dapat meningkatkan tekanan pada tulang belakang. Disarankan untuk mengubah posisi setiap 30–60 menit.
Kedua, lakukan peregangan ringan. Setiap 1 hingga 1,5 jam, sempatkan untuk berdiri, berjalan sejenak, atau melakukan peregangan sederhana, terutama saat berada di rest area.
Ketiga, gunakan penyangga pinggang atau lumbar support. Bantal kecil atau gulungan handuk dapat membantu menjaga posisi tulang belakang tetap netral selama perjalanan.
Keempat, atur jadwal istirahat. Jangan memaksakan perjalanan tanpa jeda karena otot dan saraf membutuhkan waktu untuk relaksasi.
Kelima, pastikan kondisi tubuh sebelum berangkat. Jika memiliki riwayat nyeri yang sering kambuh, sebaiknya pastikan kondisi dalam keadaan stabil sebelum melakukan perjalanan jauh.
Lebih lanjut, Omar mengingatkan agar masyarakat waspada jika muncul gejala seperti nyeri menjalar yang berat, kelemahan pada tangan atau kaki, serta kesemutan yang semakin meluas.
Kondisi tersebut sebaiknya segera diperiksakan untuk mengetahui penyebab pastinya.
Ia menegaskan, perjalanan mudik memang bisa menjadi tantangan bagi penderita gangguan tulang belakang.
Namun, dengan pemahaman yang baik dan persiapan yang matang, mudik tetap dapat dilakukan dengan aman dan nyaman.
“Jika keluhan sering berulang atau mulai mengganggu aktivitas, konsultasi dengan dokter spesialis sangat dianjurkan untuk mendapatkan penanganan yang tepat,” tutupnya.
Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.












