Bandara Ben Gurion Dikabarkan Luluh Lantak, Selusin Rudal Shikan Bikin Iron Dome Keok

Reza Medium.jpeg

Rabu, 18 Maret 2026 – 02:52 WIB

Ledakan akibat serangan misil Iran ke Tel Aviv, Israel, Sabtu (28/2/2026). (Foto: Antara/Xinhua/Chen Junqing/am)

Ledakan akibat serangan misil Iran ke Tel Aviv, Israel, Sabtu (28/2/2026). (Foto: Antara/Xinhua/Chen Junqing/am)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Jagat media sosial digegerkan kabar serangan mematikan yang melumpuhkan total urat nadi penerbangan Israel. Bandara Internasional Ben Gurion di luar Tel Aviv disebut hancur lebur, usai dihantam 12 rudal balistik Iran hanya dalam durasi kurang dari dua menit.

Dikutip dari akun TikTok @albasry888, serangan kilat pada pukul 02.47 pagi, 14 Maret waktu setempat, membuat bandara internasional andalan Israel itu kini tak lagi beroperasi.

Dilaporkan, empat rudal menghantam landasan pacu utama hingga menciptakan kawah sedalam 5 meter. Tiga rudal lainnya membakar area parkir yang saat itu menampung 73 pesawat komersial dan militer. Sementara dua rudal menghujam tangki bahan bakar, menyulut api yang dilaporkan masih berkobar hingga 18 jam kemudian.

Dua rudal juga disebut menghantam Terminal 3 dan satu lainnya merontokkan menara kontrol. Insiden ini dilaporkan menelan 89 korban jiwa.

“Kebanyakan dari mereka adalah kru ground, pekerja penjagaan malam, dan penumpang yang tidur di terminal, menunggu penerbangan pagi awal. 234 orang telah terluka,” tulis unggahan tersebut.

Kini, Ben Gurion dikabarkan tutup total. Tidak ada penerbangan. Israel disebut terisolasi dari ekonomi global karena tidak memiliki alternatif bandara yang sebanding. Bandara di Haifa dan Eilat hanya didesain untuk jet kecil, bukan raksasa Boeing 787 atau Airbus A350 yang menjadi tumpuan kargo dan bisnis.

Iron Dome Keok

Apa yang terjadi di Ben Gurion pagi itu dinilai bukan sekadar aksi militer biasa, melainkan serangan strategis untuk melumpuhkan ekonomi. Estimasi perbaikan pun tergolong berat. Sebab landasan pacu butuh 4-6 bulan, sementara Terminal 3 kemungkinan harus dibangun ulang selama 12-18 bulan. Israel diprediksi tidak akan memiliki bandara internasional yang berfungsi setidaknya hingga September 2026 atau bahkan Januari 2027.

Pertanyaan besar muncul, mengapa 31 pencegat Iron Dome gagal total? Akun tersebut menjelaskan, kegagalan ini adalah hasil dari teknologi rudal Shikan IV Iran yang dirancang khusus untuk mengelabui pertahanan udara.

Setiap rudal Shikan IV membawa 10 submunisi. Artinya, 12 rudal yang masuk berubah menjadi 120 target berbeda saat hulu ledak terbuka di atas sasaran.

“Sistem Iron Dome mengejar pesawat masuk dan mencoba untuk menghampiri mereka. Namun, 4 submunisi Shikan IV disesuaikan untuk mengalahkan interception, bermanuver tanpa jelas menggunakan GPS dan control fins,” jelas laporan itu.

Dengan volume target sebanyak itu, sistem pemrosesan pertahanan Israel mengalami overload.

Kiamat Finansial

Kerugian finansial ditaksir mencapai angka fantastis. Maskapai nasional El Al kehilangan 23 pesawat berbadan luas dengan nilai sekitar USD6,9 miliar. Maskapai asing seperti United, Lufthansa, dan Emirates juga kehilangan belasan armada yang hangus terjebak di suhu 1.000 derajat Celsius.

Masalah paling pelik kini ada di tangan perusahaan asuransi. Asuransi aviasi internasional dilaporkan tidak akan memberikan jaminan perlindungan untuk operasi di Ben Gurion selama sistem pertahanan tidak bisa menjamin keamanan dari serangan rudal balistik.

Tanpa asuransi, secara legal dan finansial, maskapai tidak akan kembali mendarat di Tel Aviv, meskipun landasan pacu nantinya sudah selesai diperbaiki.

Google

Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

Tambahkan Sekarang