Kenang 175 Siswi yang Gugur dalam Tragedi Minab, Kedubes Iran Santuni Ratusan Pelajar Jakarta

Ikhsan Medium.jpeg

Sabtu, 14 Maret 2026 – 23:06 WIB

Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi (depan), berbicara dalam acara santunan ratusan pelajar putri Indonesia di kediaman resminya di Jakarta, Sabtu (14/3/2026). (Foto: Antara/Katriana)

Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi (depan), berbicara dalam acara santunan ratusan pelajar putri Indonesia di kediaman resminya di Jakarta, Sabtu (14/3/2026). (Foto: Antara/Katriana)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Luka mendalam akibat serangan militer di tanah Iran merambat hingga ke jantung ibu kota Indonesia. Di tengah suasana penuh haru, Kedutaan Besar Republik Islam Iran di Jakarta menggelar aksi kemanusiaan dengan menyantuni 200 pelajar Muslimah Indonesia. Acara ini digelar sebagai bentuk penghormatan dan pengingat atas gugurnya 175 siswi sekolah dasar di Kota Minab, Iran, akibat serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel.

Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, menyambut para siswi tersebut di kediamannya pada Sabtu (14/3/2026). Ia menegaskan bahwa pertemuan ini bukan sekadar silaturahmi, melainkan pernyataan sikap atas tragedi kemanusiaan yang memilukan.

“Hari ini kita berkumpul untuk mengenang syahidnya 175 siswi SD di Kota Minab. Mereka menjadi sasaran serangan yang dilancarkan oleh Amerika Serikat dan rezim Zionis Israel,” ujar Dubes Boroujerdi dengan nada getir.

Tragedi Berdarah di Sekolah Shajareh Tayyebeh

Dunia mencatat tanggal 28 Februari 2026 sebagai hari kelam bagi kemanusiaan di Iran selatan. Serangan udara yang menyasar sejumlah target strategis, termasuk di Teheran, nyatanya menghantam fasilitas sipil yang tak berdosa.

Salah satu titik paling mematikan adalah Sekolah Dasar Khusus Putri Shajareh Tayyebeh di Provinsi Hormozgan. Sebanyak 175 pelajar putri tewas seketika dalam serangan tersebut, sementara lebih dari 95 anak lainnya mengalami luka-luka serius.

Aksi santunan di Jakarta ini menghadirkan 200 siswi dari 13 yayasan Islam di berbagai daerah. Melalui doa bersama, masyarakat Muslim Indonesia menunjukkan solidaritas lintas negara, mengirimkan pesan bahwa air mata ibu di Minab adalah duka bagi keluarga di Indonesia.

Pesan Perdamaian: ‘Jangan Alami Perang’

Selain memberikan santunan, acara ini menjadi panggung pengingat bagi dunia agar keadilan terus ditegakkan. Dubes Boroujerdi menitipkan pesan mendalam kepada para siswi Indonesia yang hadir agar terus mensyukuri perdamaian yang mereka rasakan.

“Saya mendoakan adik-adik semua agar mendapatkan kesejahteraan dan keselamatan sepanjang hidup. Saya berdoa agar kalian tidak pernah menyaksikan, apalagi mengalami langsung keadaan perang seperti yang sedang dialami oleh putra-putri bangsa kami,” ucapnya.

Doa bersama ini menutup rangkaian acara, menyisakan harapan besar agar konflik di Timur Tengah segera mereda dan tidak ada lagi bangku sekolah yang kosong karena dentum rudal.

Google

Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

Tambahkan Sekarang