Mudik Lebaran dengan menggunakan mobil listrik. (Ilustrasi: Inilah.com/AI)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Tren mudik menggunakan mobil listrik (Electric Vehicle/EV) diprediksi bakal meningkat pada Lebaran 2026. Namun, mengemudikan ‘mobil senyap’ ini untuk perjalanan jauh tidak bisa sembarangan. Ada seni tersendiri agar daya tempuh baterai bisa maksimal dan tidak merepotkan di tengah jalan.
Pelatih pengemudi bersertifikat BMW, Gerry Nasution, menekankan pentingnya menjaga ritme kecepatan. Menurutnya, musuh utama efisiensi baterai adalah gaya mengemudi yang tidak stabil, baik terlalu kencang maupun terlalu pelan.
“Perhatikan kecepatan kendaraan. Jangan mengemudi terlalu tinggi atau terlalu rendah, harus normal,” kata Gerry saat berbincang dengan wartawan di Tangerang, Banten, Kamis (12/3/2026).
Kunci Jarak Tempuh: Kecepatan Stabil dan Ban Khusus
Gerry menjelaskan bahwa konsumsi daya EV sangat bergantung pada kestabilan kecepatan. Dengan menjaga kecepatan di angka yang ideal, motor listrik bekerja dalam efisiensi terbaiknya sehingga jarak tempuh (range) yang tercapai bisa sesuai dengan klaim pabrikan.
Selain soal kaki kanan di pedal gas, ban juga memegang peranan krusial. Perlu diingat, sebagian besar mobil listrik tidak dilengkapi dengan ban serep. Gerry mengingatkan agar pemilik EV memastikan ban yang terpasang adalah tipe ban khusus EV yang memiliki hambatan gulir rendah (low rolling resistance).
“Ban mobil EV didesain khusus untuk mengurangi gesekan. Ini sangat membantu mengurangi penggunaan baterai. Penting untuk menggunakan ban asli bawaan atau yang memang peruntukannya untuk EV,” tambahnya.
Waspada Puncak Arus Mudik: 16 dan 18 Maret 2026
Bagi para pemudik, termasuk pengguna mobil listrik, tantangan terbesar adalah kemacetan total yang bisa menguras daya baterai saat AC tetap menyala. Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi telah merilis simulasi proyeksi pergerakan masyarakat.
Hasilnya, ada dua tanggal keramat yang wajib diwaspadai sebagai puncak arus mudik Lebaran 1447 Hijriah, yaitu Senin, 16 Maret dan Rabu, 18 Maret 2026.
“Simulasi kami menunjukkan kepadatan terjadi pada 16 Maret dengan pergerakan sekitar 21,2 juta orang secara nasional. Sedangkan pada 18 Maret angka itu naik menjadi 22 juta orang,” ungkap Menhub Dudy.
Angka 22 juta orang dalam sehari bukanlah jumlah yang sedikit. Bagi pengguna EV, sangat disarankan untuk merencanakan lokasi pengisian daya (charging station) dan memilih waktu keberangkatan di luar dua tanggal puncak tersebut demi menghindari risiko antrean panjang di SPKLU.
Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.













