Presiden Prabowo Subianto di Wisma Danantara, Jakarta Pusat, Rabu (11/3/2026). (Foto: Inilah.com/Vonita).
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Presiden RI Prabowo Subianto memasang standar tinggi untuk Badan Pengelola Investasi Danantara. Ia menargetkan lembaga di bawah komando Rosan Roeslani ini mampu menghasilkan Return of Asset (RoA) hingga 10 persen per tahun sebagai indikator kesehatan pengelolaan aset negara.
“Saudara-saudara, perusahaan yang baik return on asset harusnya minimal 10 persen. Kalau yang bagus 12 persen, yang hebat 15 persen. Kita harus memiliki target yang bagus yaitu 10 persen,” kata Prabowo dalam pidatonya di Tasyakuran pertama Danantara di Wisma Danantara, Jakarta Selatan, Rabu (11/3/2026) malam.
Dia paham jika Danantara yang baru berusia setahun belum bisa langsung menyentuh angka tersebut. Namun, ia tidak ingin manajemen bersantai karena sasaran yang ditetapkan sangat besar.
“Tapi kita mengerti bahwa itu mungkin dalam tahun-tahun pertama belum bisa kita capai,” ucapnya.
Prabowo bilang, jika Danantara bisa mencapai RoA 5 persen saja, maka dana yang harus kembali ke kas negara mencapai USD50 miliar atau setara Rp800 triliun setiap tahunnya.
“Kalau hanya 5 persen return on asset, berarti Danantara harus kembalikan ke negara USD50 miliar tiap tahun. USD50 miliar adalah Mensesneg berapa? Berapa? Rp800 triliun. Jadi pimpinan Danantara, sasaranmu masih jauh,” jelas Prabowo.
Eks Menteri Pertahanan ini mewanti-wanti pimpinan Danantara agar bekerja dengan hati dan mengejar target minimal setoran ke negara.
“Tapi tidak mengapa. Saya yakin dan percaya kunci dari management yang baik adalah di hati, di jiwa. Karena itu dalam tahun pertama ini walaupun saya ucapkan terima kasih, saya ucapkan selamat atas prestasi saudara-saudara, tapi saya ingatkan sasaran masih cukup jauh. Saudara harus bisa memberi return 5 persen minimal kembali ke negara, USD50 miliar minimal,” tuturnya.
Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.













