Urusan Transisi Energi, Pemerintah Akui Butuh Bantuan Riset Perguruan Tinggi

Vonita Medium.jpeg

Rabu, 11 Maret 2026 – 00:01 WIB

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto (kedua kanan) menyampaikan keterangan pers usai mengikuti kegiatan Taklimat Presiden Republik Indonesia dengan Rektor serta Pimpinan Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta Tahun 2026 di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (15/1/2026). (Foto: Antara Foto/Galih Pradipta/nym).

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto (kedua kanan) menyampaikan keterangan pers usai mengikuti kegiatan Taklimat Presiden Republik Indonesia dengan Rektor serta Pimpinan Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta Tahun 2026 di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (15/1/2026). (Foto: Antara Foto/Galih Pradipta/nym).

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Pemerintah mulai serius melirik potensi riset di balik tembok kampus untuk memperkuat ketahanan energi nasional. Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto menegaskan, saat ini negara membutuhkan teknologi yang dikembangkan oleh perguruan tinggi untuk menjawab tantangan transisi energi.

Brian menyampaikan pemerintah tengah berupaya mempercepat pemanfaatan energi baru terbarukan (EBT) yang selama ini sudah dikuasai akademisi.

“Banyak deh yang dibahas, intinya bagaimana kita sekarang butuh teknologi-teknologi yang dikuasai kampus untuk segera dibantu untuk ketahanan energi, terutama ya,” ungkap Brian usai rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (10/3/2026)

Menurut Brian, prioritas saat ini mencakup eksplorasi teknologi yang mendukung ekosistem kendaraan listrik serta pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS).

“Kita eksplorasi mana teknologi-teknologi untuk kendaraan listrik, untuk PLTS,” ujarnya.

Langkah ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang meminta dukungan penuh perguruan tinggi melalui riset dan kajian nyata. Targetnya mengganti pembangkit listrik berbahan bakar diesel yang mahal dan tidak efisien dengan PLTS yang lebih bersih.

Selain urusan pembangkit, Prabowo juga mendorong percepatan konversi kendaraan listrik guna memangkas ketergantungan pada bahan bakar minyak (BBM).

Bahkan, urusan rumah tangga pun masuk radar; penggunaan kompor listrik didorong untuk mengganti elpiji demi menekan beban subsidi energi yang kian besar.

Pemerintah mengklaim akan terus berkoordinasi agar hasil penelitian yang relevan tidak berhenti di laci meja kerja, melainkan segera digunakan untuk memperkuat posisi Indonesia di tengah dinamika global.

Google

Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

Tambahkan Sekarang