Plt Perdana Menteri Thailand Anutin Charnvirakul. (Foto: Shutterstock)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Dampak macetnya pasokan minyak akibat bara konflik di Timur Tengah memaksa Thailand mewajibkan pegawai negeri bekerja dari rumah (WFH) hingga menggunakan tangga ketimbang lift.
Plt Perdana Menteri Thailand Anutin Charnvirakul mengumumkan penghematan ini pada Selasa (10/3/2026).
Melansir Bangkok Post, langkah ini bukan main-main. Pemerintah melarang perjalanan luar negeri, menyetel suhu AC di angka 26–27 derajat Celsius, bahkan meminta pegawainya menanggalkan dasi dan cukup mengenakan kemeja lengan pendek.
Instruksi penghematan juga menyasar penggunaan mesin fotokopi yang harus dikurangi hingga kewajiban mematikan alat listrik tak terpakai. Thailand tidak sendirian, Bangladesh dan Pakistan sudah lebih dulu menutup sekolah dan memberlakukan kerja jarak jauh demi menekan biaya energi yang selangit.
Krisis ini bermuara dari eskalasi berdarah sejak 28 Februari lalu, saat serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel ke Iran dilaporkan menewaskan hampir 1.300 orang, termasuk mantan pemimpin tertinggi Ayatollah Ali Khamenei. Iran tak tinggal diam, mereka membalas dengan hujan drone ke Israel, Yordania, hingga negara-negara Teluk.
Makin tegang setelah Iran menutup Selat Hormuz sejak 1 Maret. Padahal, jalur ini adalah urat nadi yang mengalirkan 20 juta barel minyak per hari dan 20 persen gas alam cair dunia.
Presiden AS Donald Trump pada Senin (9/3/2026) menyatakan, setiap upaya Iran mengganggu jalur energi bakal memicu respons “20 kali lebih keras” dari serangan sebelumnya.
Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.













