Isu Stok BBM 21 Hari Munculkan Panic Buying: Bahlil yang Mulai dan Mengakhiri

Iwan Medium.jpeg

Selasa, 10 Maret 2026 – 20:02 WIB

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia. (Foto: Antara/Maria Cicilia Galuh)

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia. (Foto: Antara/Maria Cicilia Galuh)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Jadi ingat penggalan lagu dangdut bertajuk ‘Kegagalan Cinta’ yang kondang dilantunkan H Rhoma Irama. ‘Kau yang mulai, kau yang mengakhiri’.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, kemarin, bicara stok BBM hanya cukup 21 hari, memicu panic buying. Bisa jadi karena ditegur presiden yang risikonya kehilangan jabatan.

Kini, dia pula yang meralatnya dengan menyebut stok bahan bakar minyak (BBM) di dalam negeri, mencukupi. Sehingga masyarakat tak perlu panic buying. Walah.

Hal itu disampaikan Bahlil kepada wartawan Istana Negara, Jakarta, Selasa (10/3/2026), saat memenuhi panggilan Presiden Prabowo Subianto.

“Saya dapat memastikan, menyangkut BBM subsidi, sampai Hari Raya Idul Fitri, Insha Allah tidak ada kenaikan apa-apa. Negara hadir untuk memastikan bahwa sekalipun ada kenaikan harga minyak dunia, subsidi tetap sama,” kata Bahlil.

Bahlil mengatakan, pemanggilan ini, kemungkinan terkait persiapan Lebaran, terkait ketersediaan pangan, BBM dan upaya pemerintah menyikapi perkembangan Timur Tengah. Tentu saja mencermati perkembangan harga minyak dunia.

Ketua Umum (Ketum) Partai Golkar itu juga memastikan bahwa persediaan BBM di dalam negeri, saat ini, aman. “Saya menyarankan dan meminta agar tidak perlu ada panic buying karena memang stok BBM kita cukup,” ujar Bahlil.

Dia menjelaskan, persediaan BBM cukup sampai dengan kapasitas atau storage penuh hingga 21 sampai 25 hari ke depan. “Tapi itu kan dia pergi dan datang lagi. Industri kita jalan terus dan impor kita enggak ada masalah, apalagi di Timur Tengah itu kita cuma impor crude minyak mentahnya,” jelas Bahlil.

Pada Senin (9/3/2026), harga minyak dunia mencapai di atas US$100 per barel. Selanjutnya melorot hingga di bawah US$100 per barel.

Sebelumnya, Corporate Secretary Pertamina Arya Dwi Paramita menerangkan, Pertamina telah menyiapkan ketersediaan BBM dengan sebaik mungkin.

Masyarakat pun diminta untuk tidak terprovokasi oleh isu-isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. “Terkait dengan stok, kami pastikan tidak ada masalah,” imbuh Arya.

Arya menambahkan, Pertamina menyiagakan Satuan Tugas (Satgas) Ramadhan dan Idul Fitri untuk memastikan keamanan stok BBM. Satgas ini bekerja 24 jam hingga 1 April 2026. “Bukan berarti hanya periode itu kami bertugas. Pertamina terus bertugas sejak sebelum dan sesudah (Lebaran). Artinya kita seterusnya untuk menjamin memastikan bahwa kondisi stok bahan bakar untuk masyarakat dalam posisi aman,” ujar dia.

Google

Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

Tambahkan Sekarang