Komisi VI Endus Dugaan Mafia dan “Ordal” di Balik Temuan Daging Impor Kedaluwarsa Jelang Lebaran

Haris_Medium_dfc3c72d48.avif

Minggu, 8 Maret 2026 – 16:42 WIB

Satuan Reserse Mobile (Resmob) Bareskrim Polri membongkar truk berisi daging beku impor kedaluwarsa. (Foto: Antara/HO-Sat Resmob Bareskrim Polri).

Satuan Reserse Mobile (Resmob) Bareskrim Polri membongkar truk berisi daging beku impor kedaluwarsa. (Foto: Antara/HO-Sat Resmob Bareskrim Polri).

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Anggota Komisi VI DPR RI, Mufti Aimah Nurul Anam mengendus adanya dugaan praktik mafia di balik temuan sembilan ton daging impor beku Kedaluwarsa yang diduga hendak diedarkan ke pasar tradisional menjelang perayaan Lebaran.

“Saya yakin ada mafia yang melihat celah dan sengaja bermain di komoditas kadaluarsa ini untuk mendapat keuntungan berlipat, dan mungkin saja melibatkan orang dalam,” kata Mufti saat dihubungi Inilah.com, Minggu (8/3/2026).

Mufti mengatakan temuan yang diungkap Satuan Reserse Mobile (Resmob) Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri itu bukan sekadar pelanggaran kriminal biasa, karena menyangkut keselamatan masyarakat yang mengkonsumsi. Menurutnya pula, ini juga cermin bahwa tata kelola impor khususnya pangan masih amburadul.

“Kasus ini menunjukkan bahwa pengawasan kita masih tidak serius. Sebab, kalau barang yang sudah jelas kedaluwarsa, berbentuk fisik, diangkut dengan truk, dan menyasar pasar tradisional saja bisa lolos sampai sedekat itu ke tangan konsumen, maka pertanyaanya seberapa banyak masalah lain yang tidak terlihat mata?,” kata Mufti.

“Ini cermin buruknya tata kelola impor pangan dari hulu ke hilir, mulai dari perizinan, pemeriksaan, penyimpanan dingin, distribusi, sampai pengawasan di lapangan,” ujarnya lagi.

Pemerintah sendiri sebenarnya sudah membentuk Satgas Saber Pelanggaran Harga, Keamanan, dan Mutu Pangan untuk mengawasi momentum Ramadan–Lebaran. Artinya pemerintah kata dia memang sadar periode ini rawan. Justru karena itu, lolosnya daging kedaluwarsa dalam jumlah besar menjadi pukulan telak bagi sistem pengawasan kita.

Mufti pun merujuk pada data pengawasan Ramadan tahun lalu, di mana BPOM menemukan 376 sarana yang menjual pangan ilegal, tanpa izin edar, kedaluwarsa, atau rusak. Bahkan pada pengawasan lain sebelumnya, BPOM juga menemukan puluhan ribu pangan kedaluwarsa.

“Jadi masalahnya bukan sekadar satu truk, dua truk, atau satu pelaku, melainkan ada rantai pengawasan yang belum benar-benar disiplin dan belum memberi efek jera,” kata Mufti.

“Yang mungkin karena tadi itu, jangan-jangan kemendag, kementan atau BPOM nya bermain mata dengan mafia impor daging Kedaluwarsa ini,” tuturnya lagi.

Semula, Satuan Reserse Mobile (Resmob) Bareskrim Polri mengamankan tiga truk yang mengangkut daging beku impor kedaluwarsa yang diduga hendak diedarkan ke pasar tradisional menjelang perayaan Lebaran.

Kepala Satuan Resmob Bareskrim Polri, Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol) Teuku Arsya Khadafi, mengatakan total daging impor beku kedaluwarsa yang disita mencapai Berat sembilan ton.

Arsya berujar, saat ini terduga pelaku pengedaran daging beku Kedaluwarsa itu kata dia masih dilakukan pemeriksaan lebih lanjut oleh Dittipiter Bareskrim.

“Saat ini para terduga pelaku sedang dilakukan pemeriksaan oleh Dittipiter Bareskrim untuk mengungkap jaringan lainnya,” ujar Arsya.
 

Google

Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

Tambahkan Sekarang