Gaza di Ambang Kolaps: WHO Peringatkan Stok Jarum dan Kain Kasa Habis Total

Ikhsan Medium.jpeg

Minggu, 8 Maret 2026 – 03:04 WIB

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) peringatkan sistem kesehatan Gaza kolaps. (Foto: aawsat.com)

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) peringatkan sistem kesehatan Gaza kolaps. (Foto: aawsat.com)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Peringatan darurat datang dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) terkait kondisi medis di Jalur Gaza. Direktur Regional WHO untuk Mediterania Timur, Hanan Balkhy, mengungkapkan fakta memilukan: stok bahan medis dasar seperti jarum suntik dan kain kasa kini telah habis tak bersisa.

Krisis ini diperparah oleh pembatasan akses masuk bantuan yang membuat rumah sakit di Gaza kini hanya menjadi bangunan tanpa daya. 

“Sistem kesehatan di Gaza masih sangat rapuh. Persediaan obat-obatan penting, perlengkapan trauma, hingga peralatan bedah sudah di level yang sangat mengkhawatirkan,” ujar Balkhy dalam pernyataannya, seperti dikutip dari kantor berita WAFA, Sabtu (7/3/2026).

Logistik Tercekik: Hanya Sepertiga Bantuan yang Masuk

Masalah utama terletak pada hambatan birokrasi dan keamanan di perbatasan. Meski WHO sempat berhasil menyalurkan sedikit pasokan medis dan bahan bakar pada Selasa dan Rabu lalu, namun ratusan truk bantuan lainnya masih tertahan di Kota El Arish, Mesir.

Data WHO menunjukkan kesenjangan yang mengerikan antara kebutuhan dan realitas di lapangan:

  • Kebutuhan Minimum: 600 truk bantuan per hari.
  • Realisasi Saat Ini: Kurang dari 200 truk per hari.
  • Dampak: Kelangkaan bahan bakar yang memaksa rumah sakit membatasi operasional vital.

Rumah Sakit Lumpuh, 18.000 Pasien Terjebak

Krisis ini bukan sekadar angka, melainkan nyawa. Saat ini, separuh dari 36 rumah sakit di Gaza terpaksa tutup total. Rumah sakit yang masih bertahan kini harus berjuang keras memberikan layanan kritis seperti dialisis, operasi darurat, dan perawatan intensif (ICU) di tengah keterbatasan listrik dan alat medis.

Penutupan Gerbang Rafah kian memperburuk keadaan. Jalur utama evakuasi medis ini masih terkunci rapat, menyebabkan penangguhan proses evakuasi bagi mereka yang membutuhkan penanganan luar negeri.

“Sekitar 18.000 orang, termasuk anak-anak yang terluka parah dan pasien penyakit kronis, kini hanya bisa menunggu dalam ketidakpastian untuk evakuasi medis,” tambah Balkhy. 

Tanpa akses kemanusiaan yang konsisten dan aman, WHO memperingatkan bahwa pasien-pasien ini akan terus menghadapi penundaan pengobatan yang berujung pada hilangnya nyawa.

Seruan dunia internasional kini tertuju pada pembukaan jalur bantuan yang lebih luas. Bagi warga Gaza, setiap detik keterlambatan truk bantuan berarti satu langkah lebih dekat menuju tragedi kemanusiaan yang lebih besar.

Google

Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

Tambahkan Sekarang