Dampak Perang AS-Israel vs Iran, Negara Asia Evakuasi Warga dari Timur Tengah

Sejumlah negara Asia mulai mengevakuasi warga negara mereka dari kawasan Timur Tengah di tengah meningkatnya konflik bersenjata antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran.

Langkah tersebut diambil sebagai respons atas eskalasi keamanan yang terus memburuk dalam beberapa hari terakhir.

Kantor berita Xinhua melaporkan, Sabtu (7/3/2026), beberapa negara telah memindahkan warganya dari negara-negara yang berada di sekitar wilayah konflik untuk menghindari risiko keselamatan.

China menjadi salah satu negara yang bergerak cepat dalam proses evakuasi. Lebih dari 260 warga negara China telah menyeberang ke Azerbaijan melalui rencana evakuasi yang dikoordinasikan oleh kedutaan besar negara itu di Iran.

Sementara itu, Korea Selatan (Korsel) juga melakukan langkah serupa untuk melindungi warganya di kawasan Timur Tengah. Pemerintah Seoul telah memindahkan puluhan warga negaranya dari sejumlah negara yang terdampak situasi keamanan yang memanas.

“Korea Selatan (Korsel) telah memindahkan 65 warganya dari Qatar ke Arab Saudi, sedangkan 41 lainnya meninggalkan Yordania melalui penerbangan komersial dengan bantuan kedutaan di Amman. Sisanya dievakuasi dari Kuwait, Bahrain, Israel, dan Irak ke negara-negara tetangga,” lapor Xinhua.

Langkah evakuasi ini diperkirakan masih akan terus berlangsung. Pemerintah Korea Selatan bahkan tengah menyiapkan pesawat khusus untuk mengevakuasi warganya yang masih berada di kawasan tersebut.

Korsel juga berencana menyewa pesawat 290 kursi dari Etihad Airways untuk membawa pulang warga yang terjebak di Uni Emirat Arab (UEA) lewat Abu Dhabi pada Minggu besok, menurut Yonhap News.

Ribuan Terjebak di UEA

Situasi di Uni Emirat Arab juga menjadi perhatian pemerintah Korea Selatan karena ribuan warganya masih berada di negara tersebut.

Mengutip pernyataan Kementerian Luar Negeri, kantor berita itu melaporkan sekitar 3.000 warga Korsel terjebak di UEA karena gangguan penerbangan.

Selain China dan Korea Selatan, pemerintah Australia juga mengambil langkah antisipatif. Otoritas Canberra meminta warganya di kawasan Timur Tengah segera meninggalkan wilayah tersebut.

Sementara itu, warga negara Australia di Timur Tengah diminta untuk meninggalkan kawasan tersebut dengan menggunakan penerbangan komersial yang tersedia.

Pemerintah Indonesia juga mulai mengevacuasi 32 WNI tahap pertama dari Iran melalui Azerbaijan akibat eskalasi konflik di Timur Tengah pada awal Maret 2026. 

Total terdapat 329–386 WNI di Iran, sementara lebih dari 519 ribu WNI berada di kawasan Timur Tengah. Konsentrasi terbesar berada di Arab Saudi dan Uni Emirat Arab. KBRI Teheran terus memantau situasi dan berkomunikasi dengan WNI.

Eskalasi Perang Regional

Ketegangan di kawasan Asia Barat meningkat tajam sejak Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan militer gabungan terhadap Iran pada Sabtu pekan lalu.

Ketegangan terus meningkat sejak AS dan Israel melancarkan serangan gabungan pada Sabtu pekan lalu terhadap Iran, yang menewaskan lebih dari 1.000 orang, termasuk Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei, lebih dari 150 siswi, dan pejabat militer senior.

Serangan tersebut memicu respons militer dari Iran yang kemudian melancarkan serangan balasan ke berbagai target di kawasan.

Iran telah membalas dengan serangan gencar yang menargetkan pangkalan AS, fasilitas diplomatik, dan personel militer di seluruh wilayah, serta beberapa kota di Israel.

Eskalasi konflik ini memicu kekhawatiran global akan meluasnya perang di Timur Tengah, sekaligus mendorong banyak negara untuk mempercepat proses evakuasi warga mereka dari kawasan rawan tersebut.