Pecat Dejan Antonic, Semen Padang Tunjuk Imran Nahumarury Jadi Pelatih Kepala

Semen Padang FC resmi menunjuk pelatih lokal Imran Nahumarury sebagai nahkoda baru menggantikan Dejan Antonic yang dipecat usai laga pekan ke-24.

Kabar bergabungnya Imran diumumkan langsung oleh manajemen melalui unggahan di akun Instagram resmi klub, Kamis (5/3/2026).

Welcome to coach Imran Nahumarury at SPFC,” tulis Semen Padang.

Imran bukan nama asing di kancah sepak bola nasional. Sebelumnya ia menangani Malut United FC pada musim Liga 1 2024/2025.

Berstatus sebagai tim promosi, Malut United di bawah arahan Imran tampil impresif, hingga berhasil menembus tiga besar pada klasemen akhir Liga 1 2024/2025.

Namun menjelang musim baru yang berganti nama menjadi Super League, terjadi kisruh di internal tim. Imran disebut melakukan sejumlah tindakan yang merugikan pemain dan pihak klub sehingga akhirnya diberhentikan dari jabatannya.

Di Semen Padang, Imran kembali bekerja bersama sosok yang pernah berada di Malut United, yakni Yeyen Tumena yang kini menjabat sebagai Direktur Teknik Kabau Sirah.

Imran diharapkan mampu membawa perubahan cepat dan mengangkat performa Kabau Sirah pada sisa kompetisi Super League musim ini.

Tugas yang diemban jelas tidak ringan. Semen Padang masih terjebak di zona degradasi, tepatnya di peringkat ke-17 klasemen dengan koleksi 17 poin.

Manajemen tentu berharap kehadiran Imran mampu mengangkat mental serta performa Rosad Setiawan dan rekan-rekan sehingga Kabau Sirah bisa keluar dari zona merah dan bertahan di kasta tertinggi sepak bola Indonesia.

Sebelumnya, Semen Padang FC mengambil langkah tegas dengan memecat pelatih kepala Dejan Antonic setelah tim berjuluk Kabau Sirah itu bermain imbang 0-0 melawan PSIM Yogyakarta pada pekan ke-24 Super League 2025/2026.

Keputusan pemecatan diumumkan manajemen tim pada Kamis (5/3/2026) dini hari melalui akun Instagram resmi klub.

“Terima kasih Coach @dejan.antonic, All the best, Coach! Keep doing great things. Kebersamaan Tim Kabau Sirah dengan Coach Dejan harus berakhir,” tulis unggahan akun Instagram Semen Padang FC.

Manajemen Kabau Sirah menyebut keputusan tersebut diambil setelah melalui pertimbangan serta diskusi bersama Komisaris dan Penasehat Tim.

Hasil kurang memuaskan dalam beberapa laga terakhir menjadi salah satu alasan utama berakhirnya kerja sama dengan pelatih asal Serbia itu. Termasuk saat bermain imbang tanpa gol melawan PSIM meski sudah unggul jumlah pemain sejak babak pertama.

Selama memimpin 16 pertandingan di Super League musim ini, Dejan hanya mampu membawa Semen Padang meraih tiga kemenangan dan empat hasil imbang, sementara sembilan laga lainnya berakhir dengan kekalahan.

Dejan sendiri berstatus sebagai pelatih pengganti di tengah musim setelah Semen Padang lebih dulu memecat Eduardo Almeida.