Kiper Real Madrid, Thibaut Courtois. (Foto: AP)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Kiper Real Madrid, Thibaut Courtois, menegaskan bahwa rekan setimnya Vinícius Júnior tidak melakukan kesalahan dalam selebrasi gol saat menghadapi Benfica pada leg pertama play-off Liga Champions. Ia menolak anggapan bahwa selebrasi tersebut dapat dijadikan pembenaran atas dugaan pelecehan rasial yang terjadi di lapangan.
Dalam konferensi pers jelang leg kedua di Santiago Bernabeu Rabu (25/2), Courtois menyatakan, “Saya tidak berpikir Vini melakukan kesalahan. Dia merayakan seperti banyak lawan kami merayakan saat melawan kami.” Ia menambahkan, “Kita tidak bisa membenarkan dugaan tindakan rasisme dengan sebuah selebrasi.”
Protokol Anti-Rasisme Diaktifkan
Kontroversi bermula dalam laga di Lisbon ketika Vinícius mencetak gol tunggal kemenangan Madrid. Pemain Brasil itu mengklaim mendapat hinaan rasial dari gelandang Benfica, Gianluca Prestianni, dalam percakapan di lapangan.
Wasit Francois Letexier kemudian mengaktifkan protokol anti-rasisme UEFA dan menghentikan pertandingan selama sekitar 10 menit. Tindakan tersebut diambil setelah situasi memanas dan Vinícius menyampaikan keberatan secara langsung kepada ofisial pertandingan.

Prestianni membantah tudingan rasisme. UEFA menjatuhkan skorsing sementara satu pertandingan kepadanya sambil menunggu hasil investigasi lanjutan. Ia dipastikan absen dalam leg kedua di Madrid.
Fokus Madrid pada Laga Penentuan
Pelatih Real Madrid, Alvaro Arbeloa, menegaskan timnya tetap fokus pada pertandingan penentuan. Ia menyebut malam Liga Champions di Bernabeu sebagai momen krusial.
“Kami punya banyak yang dipertaruhkan. Siapa pun yang menang akan melaju ke babak berikutnya. Itu tujuan kami,” ujar Arbeloa.
Isu rasisme kembali mencuat dalam karier Vinícius. Selama delapan tahun membela Madrid, ia mengaku telah mengalami pelecehan rasial sebanyak 20 kali. Leg kedua di Bernabeu kini menjadi sorotan bukan hanya karena aspek kompetitif, tetapi juga karena komitmen sepak bola Eropa dalam menangani diskriminasi.













