Lebih dari 1,16 juta wisatawan membanjiri Hong Kong selama libur Imlek 2026. (Foto: SCMP)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Geliat ekonomi Hong Kong kembali menunjukkan taringnya pada awal tahun ini. Momentum libur Festival Musim Semi atau Tahun Baru Imlek 2026 menjadi ladang emas bagi Daerah Administratif Khusus (SAR) Hong Kong. Tak tanggung-tanggung, lebih dari 1,16 juta wisatawan membanjiri kota ini hanya dalam kurun waktu enam hari, terhitung sejak 15 hingga 20 Februari 2026.
Berdasarkan data resmi pemerintah setempat yang dirilis pada Sabtu (21/2/2026), gelombang kedatangan ini didominasi oleh pelancong asal China Daratan yang mencapai angka 980 ribu orang. Meski angka ini sudah sangat masif, otoritas Hong Kong memprediksi total kunjungan dari daratan akan terus merangkak naik hingga menyentuh angka 1,43 juta jiwa hingga akhir masa libur panjang sembilan hari tersebut.
Tren Wisata Bergeser: Dari Pusat Kota ke ‘Hidden Gem’
Ada yang menarik dari perilaku wisatawan tahun ini. Jika sebelumnya pusat perbelanjaan mewah di Causeway Bay atau Tsim Sha Tsui jadi tujuan utama, kini wisatawan mulai melirik konsep deep tour atau penjelajahan mendalam. Banyak dari mereka yang memilih menepi dari hiruk-pikuk pusat kota dan mencari ketenangan di lokasi-lokasi tersembunyi.
Pulau Lamma menjadi salah satu primadona baru. Wisatawan memilih menginap di sana untuk menikmati suasana pesisir yang otentik. Tak hanya soal alam, sektor edukasi pun kecipratan berkah. Keluarga yang membawa anak usia sekolah menengah menjadikan universitas-universitas kelas dunia di Hong Kong sebagai destinasi wajib dalam agenda perjalanan mereka, sebuah sinyal bahwa Hong Kong masih menjadi kiblat pendidikan bagi warga daratan.

Demam Emas dan Shio Kuda
Sektor ritel, khususnya perhiasan, mencatatkan rapor hijau yang sangat impresif. Di tengah lonjakan harga emas global, toko-toko emas di Hong Kong justru diserbu pembeli. Wisatawan China Daratan tampaknya tak ambil pusing dengan harga tinggi demi mendapatkan koleksi terbaru.
Aksesori dan perhiasan dengan motif kuda menjadi komoditas yang paling dicari. Maklum, tahun ini merupakan Tahun Kuda dalam kalender zodiak China, yang dipercaya membawa simbol kekuatan dan kecepatan dalam meraih keberuntungan. Para pedagang melaporkan penjualan melonjak tajam dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Capaian positif ini menjadi angin segar bagi industri pariwisata Hong Kong. Revitalisasi sektor wisata pascapandemi tampaknya sudah mencapai puncaknya, mengukuhkan kembali posisi ‘Negeri Beton’ sebagai pusat gravitasi pariwisata dan ekonomi di kawasan Asia Timur.













