Presiden Prabowo Subianto memberikan keterangan pers di Hotel Four Seasons, Washington DC, Amerika Serikat, Sabtu (21/2/2026). (Foto: Antara/Hafidz Mubarak A)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Diplomasi ekonomi yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto membuahkan hasil nyata bagi sektor pertanian nasional. Melalui kesepakatan dagang resiprokal dengan Amerika Serikat (AS), sebanyak 173 pos tarif yang mencakup 53 kelompok komoditas pertanian Indonesia kini resmi dibebaskan dari bea masuk menjadi 0 persen di pasar AS.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan, capaian ini merupakan hasil negosiasi strategis yang berpihak pada kepentingan nasional.
“Pembebasan tarif pada puluhan komoditas pertanian ini benar-benar hasil negosiasi yang berpihak pada petani kita. Bapak Presiden menunjukkan kepemimpinan yang tegas dan diplomasi ekonomi yang kuat. Produk pertanian kita bisa masuk pasar global dengan akses yang lebih adil dan kompetitif,” kata Amran kepada wartawan, di Jakarta, Sabtu (21/2/2026).
Menurut Amran, keberhasilan ini akan meningkatkan daya saing komoditas pertanian Indonesia secara signifikan di pasar global.
“Dengan tarif nol persen, produk kita punya ruang bersaing yang lebih besar. Dari sisi harga jadi lebih kompetitif. Ini peluang bagus untuk meningkatkan ekspor dan membuka pasar yang lebih luas bagi petani dan pelaku usaha,” ujarnya.
Mentan menambahkan, pemerintah akan memastikan peningkatan kualitas, pemenuhan standar, dan kesinambungan pasokan agar peluang ekspor dapat dimanfaatkan secara maksimal.
“Kesempatan sudah ada di depan mata. Tinggal kita pastikan produksinya cukup dan mutunya terjaga, supaya petani bisa benar-benar merasakan manfaatnya,” ucap Amran.
Daftar Komoditas dan Produk yang Dibebaskan
Diplomasi ekonomi yang dipimpin Presiden Prabowo melalui kerangka Agreements on Reciprocal Trade (ART) mencakup sektor pertanian maupun industri.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan, ART mencakup 1.819 pos tarif produk Indonesia yang dibebaskan dari bea masuk ke pasar AS, termasuk minyak sawit, kopi, kakao, rempah-rempah, karet, komponen elektronik, semikonduktor, dan komponen pesawat terbang.
“Dalam ART ini ada 1.819 pos tarif produk Indonesia baik itu pertanian maupun industri antara lain minyak sawit, kopi, kakao, rempah-rempah, karet, komponen elektronik termasuk semikonduktor, komponen pesawat terbang, yang tarifnya adalah 0 persen,” kata Airlangga di Jakarta, Jumat (20/2).
Untuk sektor pertanian, komoditas yang memperoleh fasilitas tarif 0 persen antara lain buah tropis seperti pisang, nanas, mangga, durian, pepaya; kopi dengan enam pos tarif; teh hijau dan teh hitam; serta rempah strategis seperti lada, pala, cengkeh, kayu manis, kapulaga, jahe, dan kunyit.
Selain itu, kakao dan turunannya, minyak sawit, palm kernel oil, buah dan inti kelapa sawit, produk olahan buah, tepung dan pati berbasis singkong dan sagu, serta pupuk mineral berbasis kalium juga termasuk dalam daftar bebas tarif.
MoU dan Implementasi Kesepakatan
Sebelumnya, dalam acara Business Summit di US Chamber of Commerce, Washington DC, Indonesia dan Amerika Serikat menandatangani sejumlah Nota Kesepahaman (MoU) untuk memperkuat implementasi kesepakatan dagang resiprokal tersebut.
Dengan dibebaskannya 173 pos tarif sektor pertanian menjadi 0 persen, pemerintah optimistis ekspor komoditas unggulan nasional akan meningkat seiring dengan meningkatnya daya saing harga produk Indonesia di pasar Amerika Serikat.













