Gianni Infantino tampil di Global Citizen Festival 2025 di Great Lawn, Central Park, pada 27 September 2025 di New York City. (Foto: Taylor Hill/Getty Images)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Presiden FIFA Gianni Infantino menegaskan bahwa tidak ada tempat bagi rasisme dalam sepak bola maupun di masyarakat luas. Pernyataan itu disampaikan menyusul dugaan insiden rasisme terhadap Vinícius Júnior dalam laga leg pertama Liga Champions 2025/2026 antara Benfica dan Real Madrid.
Insiden terjadi setelah Vinícius mencetak gol tunggal yang membawa Madrid menang 1-0 di Stadion Da Luz. Tak lama setelah gol tersebut, pemain asal Brasil itu melaporkan dugaan ujaran rasis dari pemain Benfica, Gianluca Prestianni, kepada wasit. Pertandingan sempat dihentikan beberapa menit, dan wasit Francois Letexier mengaktifkan protokol anti-rasisme sesuai regulasi UEFA.
Infantino menyatakan dirinya terkejut dan sedih atas dugaan kejadian tersebut. Melalui unggahan di Instagram Story, ia menekankan pentingnya tindakan tegas dari seluruh pemangku kepentingan.
“Tidak ada tempat untuk rasisme dalam olahraga kita dan dalam masyarakat. Kita membutuhkan semua pihak terkait untuk mengambil tindakan dan meminta pertanggungjawaban mereka yang bertanggung jawab,” ujarnya.
Ia juga memuji langkah cepat wasit yang menghentikan pertandingan dan menggunakan isyarat resmi anti-rasisme di lapangan. Menurut Infantino, tindakan itu menunjukkan komitmen untuk melindungi integritas kompetisi serta keselamatan pemain.
FIFA, lanjutnya, terus menjalankan berbagai inisiatif global untuk memerangi diskriminasi, termasuk kampanye Global Stand Against Racism dan Player Voice Panel. Organisasi tersebut berkomitmen melindungi pemain, ofisial, dan suporter dari segala bentuk perlakuan diskriminatif.
Pernyataan Infantino kembali menegaskan sikap tanpa kompromi terhadap rasisme.
“Saya akan selalu terus mengulanginya: Tidak untuk rasisme! Tidak untuk segala bentuk diskriminasi!” katanya.
Kasus ini kini berpotensi menjadi perhatian serius otoritas sepak bola Eropa jika terbukti melanggar regulasi disipliner.














