Purbaya Ngaku Belum Terima Petunjuk soal Skema Bayar Utang Whoosh Pakai APBN

Clara Medium.jpeg

Rabu, 18 Februari 2026 – 16:15 WIB

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (18/2/2026).(Foto: inilah.com/Clara Anna Scholastica)

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (18/2/2026).(Foto: inilah.com/Clara Anna Scholastica)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengaku belum menerima petunjuk terkait skema pembayaran utang proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) alias Whoosh menggunakan APBN.

Hal itu menyusul Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi yang menyebut utang Whoosh akan dibayar menggunakan APBN.

“Saya masih tunggu petunjuk,” ujar Purbaya kepada wartawan, di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (18/2/2026).

Lebih lanjut, saat ditanya apakah pasti akan menggunakan APBN, dia menegaskan belum mendapatkan petunjuk khusus dari Presiden Prabowo Subianto. Dia mengaku baru mendapatkan petunjuk dari CEO Danantara Rosan Roeslani.

“Belum tahu, belum ada petunjuk khusus dari presiden, adanya dari Rosan dari itu saya kalau ada petunjuk saya kerjain, sekarang belum. Paling enggak ada, tapi belum confirm,” tegas dia.

Sebagai informasi, terkait utang proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) yang sekarang bernama Kereta Whoosh ke Bank Pembangunan China atau China Development Bank (CDB), Danantara akan berbagi beban dengan pemerintah.

Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria menyampaikan, Danantara bersama pemerintah berbagi peran dalam menangani utang Kereta Whoosh secara terukur.

Ha itu sesuai dengan pernyataan Presiden Prabowo Subianto bahwa Kereta Whoosh telah memberikan manfaat besar bagi masyarakat dan perekonomian, sehingga langkah penanganan utang tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga keberlanjutan layanan transportasi modern tersebut.

“Masalah mengenai restrukturisasinya sudah disampaikan Bapak Presiden (Prabowo Subianto) tentu melibatkan pemerintah (dan) Danantara,” kata Donny usai penandatanganan Surat Keputusan Bersama (SKB) Percepatan Pembangunan Gudang Perum Bulog di Kantor Kemenko Pangan Jakarta, Selasa (11/11/2025).

Donny mengatakan, Danantara akan fokus pada aspek operasional Kereta Whoosh, agar layanannya semakin optimal, efisien dan mampu menjawab kebutuhan mobilitas masyarakat di wilayah Jakarta-Bandung dan sekitarnya.

“Nah ini juga solusi terbaik tentunya mana yang porsinya Danantara tentu akan dilakukan oleh Danantara terutama sekali berkaitan operasional Whoosh,” jelas Donny.

Sementara itu, pemerintah akan berperan dalam pengelolaan dan penguatan infrastruktur yang mendukung jalannya layanan kereta cepat tersebut.

“Dan juga ada porsinya pemerintah yang berkaitan dengan infrastruktur,” bebernya.