Daffa Wardhana di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, Minggu (15/2/2026). (Foto: inilah.com/Harris Muda)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Daffa Wardhana Akui Awal Terjun ke Dunia Lari karena FOMO, Kini Konsisten Kejar MarathoAktor Daffa Wardhana mengungkap awal ketertarikannya pada olahraga lari. Ia mengaku langkah pertamanya bukan karena target prestasi, melainkan rasa FOMO atau fear of missing out saat melihat sejumlah figur publik menuntaskan maraton.
Daffa menyebut nama Febby Rastanty dan Ibnu Jamil sebagai sosok yang memantik motivasinya. Dari rasa penasaran itu, muncul ambisi untuk membuktikan diri mampu menyelesaikan lomba jarak jauh.
“Saya juga, awalnya FOMO. Lihat terinspirasi dari Febby Rastanty, Bang Ibnu Jamil, ‘Kok pada bisa ya kelar maraton? Aku harus bisa.’ Dan sekarang ya alhamdulillah jadi keterusan,” kata Daffa di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, Minggu (15/2/2026).
Menurut dia, memulai olahraga karena FOMO bukan persoalan selama dibarengi komitmen dan proses belajar. Daffa menekankan pentingnya edukasi diri serta menjalani program latihan yang tepat.
“Tapi kan ya benar enggak apa-apa FOMO dulu. Yang penting kan habis itu coba pelajari, kita edukasikan diri juga, terus menjalankan program yang baik. Dan semoga juga tidak menjadi circle yang toxic,” ujarnya.
Kekasih Ariel Tatum itu mengakui proses membangun daya tahan tubuh tidak instan. Ia belajar menekan ego, memahami pace, dan menjalani latihan bertahap.
“Setelah beberapa kali coba maraton, kita coba gimana build endurance-nya pelan-pelan. Diajarkan untuk enggak usah ego, recovery run mau pace 7 ya pace 7, yang penting by feel,” katanya.
Kini, Daffa telah menuntaskan tiga maraton dan bersiap menuju yang keempat. Ia menyebut latihan terprogram membantunya menjadikan lari sebagai gaya hidup, bukan sekadar tantangan sesaat.
“Alhamdulillah sudah maraton menuju keempat aku. Dengan latihan yang lebih terprogram sekarang, bukan cuma dapat benefit-nya, tapi lari jadi lifestyle,” tuturnya.
Di level internasional, Daffa pernah menuntaskan full marathon 42 kilometer di Sydney dengan catatan waktu di bawah empat jam atau sub-4. Pencapaian itu ia sebut sebagai tonggak pribadi dalam perjalanan larinya.
Ke depan, Daffa berencana turun di nomor Half Marathon pada ajang Kemala Run 2026. Ia menegaskan targetnya sederhana: konsisten berlatih dan menjaga lari tetap menjadi bagian dari keseharian.













