Hasil Investigasi Jetour T2 Terbakar di Jagorawi: Sistem Safety Terbukti Aman

Misteri di balik insiden terbakarnya mobil listrik Jetour T2 di ruas Tol Jagorawi akhirnya menemui titik terang. PT Jetour Sales Indonesia, bekerja sama dengan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), resmi merilis hasil investigasi menyeluruh berbasis data teknis terkait kecelakaan tersebut.

Investigasi ini bukan sekadar formalitas. Langkah ini diambil sebagai bentuk komitmen transparansi Jetour dalam menjamin keamanan produknya di pasar otomotif Tanah Air. Audiensi yang dipimpin langsung oleh Direktur Sarana dan Keselamatan Transportasi Jalan Kemenhub RI, Yusuf Nugroho, memastikan bahwa proses pengecekan dilakukan secara objektif.

Sistem Keselamatan Bekerja Optimal

Salah satu poin krusial dalam hasil investigasi tersebut adalah konfirmasi bahwa sistem keselamatan Jetour T2 berfungsi sebagaimana mestinya saat benturan hebat terjadi. Data menunjukkan bahwa airbag mengembang secara penuh untuk melindungi penumpang.

Lebih impresif lagi, meski mengalami benturan serius, struktur SUV bertenaga listrik itu dilaporkan tetap stabil dan tidak terguling. 

“Pintu kendaraan masih dapat dibuka secara normal pasca-benturan. Ini membuktikan integritas struktur dan fungsi keselamatan kendaraan memenuhi regulasi yang berlaku di Indonesia maupun standar global,” ungkap pihak Jetour dalam pemaparannya.

post-cover
SUV Jetour T2 ludes terbakar usai terlibat tabrakan dengan BMW di Tol Jagorawi, Minggu (1/2/2026). (Foto: Dok. Damkar Kabupaten Bogor)

Fakta Penyebab Kebakaran: Benturan Ekstrem di Sisi Samping

Menanggapi munculnya api pada kendaraan, analisis teknis mengungkap fakta baru. Insiden tersebut ternyata merupakan tabrak samping, bukan tabrak belakang sebagaimana dugaan awal. Benturan ekstrem pada sisi kiri menyebabkan roda depan dan belakang mengalami kerusakan berat.

Kondisi ini memicu gesekan langsung antara bagian bawah kendaraan dengan permukaan aspal dalam kecepatan tinggi. Percikan api yang muncul akibat gesekan lanjutan pasca-benturan keras itulah yang menyebabkan kendaraan terbakar. 

Secara teknis, Jetour T2 ditegaskan telah mengantongi sertifikasi internasional seperti ASEAN NCAP hingga standar ECE R153 dan R34.

Prioritas Keselamatan Konsumen

President Director PT Jetour Sales Indonesia, Peter Zhang, menegaskan bahwa pihaknya sejak awal sangat terbuka terhadap fakta di lapangan. “Keselamatan konsumen adalah prioritas utama kami. Hasil investigasi menunjukkan sistem keselamatan bekerja sesuai standar,” ujar Peter Zhang dalam pernyataan resminya kepada Inilah.com, Jumat (13/2/2026).

Mewakili Kemenhub, Yusuf Nugroho juga turut mengapresiasi langkah cepat Jetour dalam memberikan klarifikasi teknis. Hal ini dianggap penting untuk memberikan rasa aman bagi publik dan memastikan mekanisme perlindungan risiko kebakaran pada kendaraan merek Jetour sudah sesuai aturan.

Dengan rampungnya investigasi ini, Jetour menegaskan komitmennya untuk terus menjaga standar kualitas tertinggi dan mematuhi seluruh regulasi keselamatan yang berlaku di Indonesia.