Upaya penyelesaian konflik antara Ressa Rizky Rossano dan Denada belum sepenuhnya menemukan titik temu.
Meski peluang damai terbuka, kubu Ressa menilai rekonsiliasi tak cukup hanya sebatas pengakuan status anak secara hukum.
Mereka meminta agar Denada menyampaikan permintaan maaf secara langsung kepada orang tua angkat Ressa yang telah membesarkannya.
Kuasa hukum sekaligus paman angkat Ressa, Ronald Armada, menyatakan pihaknya tidak menutup pintu perdamaian. Namun, menurutnya, itikad baik harus benar-benar ditunjukkan dengan tulus.
“Ya alhamdulillah ya InsyaAllah. Ya kalau peluang damai itu kan begini saja ya, Tuhan saja Maha Pemaaf masa kita ini makhluknya nggak bisa membuka pintu-pintu maaf kepada orang yang salah,” kata Ronald Armada di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Kamis (12/2/2026).
Ronald menilai permintaan maaf yang sebelumnya disampaikan Denada melalui media sosial belum cukup.
Ia meragukan ketulusan tersebut karena tidak diutarakan secara langsung kepada pihak-pihak yang merasa terdampak, termasuk Ressa dan keluarga angkatnya.
“Tapi yang jelas saya membuka pintu lebar-lebar untuk memaafkan segala kesalahan yang memang betul-betul Denada akui kalau memang itu dari hati. Kalau kesalahan kemarin yang dia akui melalui medsos itu saya nggak bisa mencerna itu dari hati apa nggak,” tegas Ronald.
Keluarga angkat Ressa juga merasa kecewa lantaran dalam pernyataan publiknya, Denada dinilai tidak menyebut peran besar orang tua Ronald yang selama ini merawat dan membesarkan Ressa.
Hal tersebut membuat Ronald tersinggung karena orang tuanya dianggap tak dilibatkan dalam permintaan maaf tersebut.
“Karena orientasinya kan nggak sampai. Ke hatinya Ressa saja nggak sampai apalagi ke saya. Karena di pengakuan itu tidak ada nama orang tua saya yang sebagai salah satu pihak yang seharusnya Denada itu meminta maaf, gitu lho,” ujarnya.
Sementara itu, Ressa berharap bisa segera dipertemukan dengan Denada bersama ibu angkatnya, Mama Ratih.
Ia menginginkan pertemuan langsung agar semua pihak dapat saling memaafkan dengan tulus dan persoalan ini benar-benar selesai.
“Terus yang kedua kan bagaimanapun itu Papa sama Mama Ressa Mama Ratih itu juga haruslah kayak minta maaf gitu Kak bertemu juga gitu itu keinginannya Ressa,” kata Ressa.












