Petenis Indonesia, Janice Tjen, saat tampil pada babak kedua WTA 1000 Doha, Qatar, Selasa (10/2/2026). Janice kalah dari Iga Swiatek. (Foto: AFP)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Petenis putri Indonesia, Janice Tjen, mendapatkan pengalaman berharga saat menghadapi salah satu petenis terbaik dunia, Iga Swiatek, pada babak kedua turnamen WTA 1000 Doha, Qatar, Selasa (10/2/2026).
Meski kalah dengan skor 0-6, 3-6, penampilan Janice di set kedua menuai pujian. Ini merupakan pertemuan pertama Janice dengan petenis peringkat sepuluh besar dunia sepanjang karier profesionalnya.
Bermain di lapangan utama Khalifa International Tennis and Squash Complex, Janice sempat kesulitan meladeni permainan cepat dan agresif Swiatek di set pertama. Petenis berusia 23 tahun itu kehilangan set pembuka tanpa meraih satu gim pun (bagel).
Namun, situasi berubah di set kedua. Janice mulai beradaptasi dan memberikan perlawanan sengit. Ia sempat mematahkan servis Swiatek dan menahan imbang skor hingga 3-3, sebelum akhirnya Swiatek menunjukkan kematangannya dengan merebut tiga gim terakhir secara beruntun.
Pujian Iga Swiatek
Usai pertandingan, Swiatek mengakui bahwa gaya permainan Janice cukup unik dan menyulitkan. Variasi pukulan slice yang menjadi andalan Janice mengingatkan Swiatek pada mantan petenis nomor satu dunia, Ashleigh Barty.
“Saya harus menyesuaikan diri dengan ritme permainan dia yang sering berubah. Dia memilih ingin memiliki gaya pukulan seperti Ash Barty dan itu mengingatkan saya pada pertandingan kami (melawan Barty),” ujar Swiatek dikutip dari laman resmi WTA.
Ukur Kemampuan Diri
Pelatih Janice, Chris Bint, menilai pertandingan melawan petenis sekelas Swiatek sangat krusial untuk mengukur level kemampuan anak asuhnya. Bint mengaku tidak membebani Janice dengan target kemenangan, melainkan fokus pada penerapan taktik.
“Iga adalah salah satu petenis terbaik saat ini. Pertandingan ini penting bagi Janice untuk menantang dirinya sendiri dan melihat di mana level kemampuannya,” kata Bint.
Bagi Janice, pencapaian di Doha ini menambah daftar pengalaman internasionalnya setelah kembali aktif di sirkuit profesional pada Juni 2024 usai menyelesaikan studi di Universitas Pepperdine, Amerika Serikat.
Setelah tersingkir di Doha, Janice dijadwalkan akan melanjutkan tur Timur Tengah dengan mengikuti kualifikasi turnamen WTA 1000 Dubai yang akan berlangsung pada 15-21 Februari mendatang.














