Mobil China Kuasai Sepertiga Pasar Otomotif Dunia, Raksasa Global Kelabakan

Ikhsan Medium.jpeg

Senin, 9 Februari 2026 – 17:52 WIB

Sepanjang tahun 2025, mobil-mobil besutan China resmi menguasai 35,6 persen pangsa pasar global. (Foto: Xinhua/Agung Kuncahya)

Sepanjang tahun 2025, mobil-mobil besutan China resmi menguasai 35,6 persen pangsa pasar global. (Foto: Xinhua/Agung Kuncahya)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Agresivitas industri otomotif China benar-benar tak terbendung. Sepanjang tahun 2025, mobil-mobil besutan Negeri Tirai Bambu resmi menguasai 35,6 persen pangsa pasar global. Sebuah angka yang bukan hanya mencengangkan, tapi juga menjadi sinyal bahaya bagi produsen mobil konvensional di Barat dan Jepang.

Berdasarkan data terbaru dari Asosiasi Mobil Penumpang China (CPCA) yang dirilis Kamis (5/2/2026), China sukses melepas 34,35 juta unit kendaraan ke pasar. Padahal, total penjualan mobil di seantero bumi ‘hanya’ menyentuh angka 96,47 juta unit. Dengan kata lain, satu dari tiga mobil baru yang mengaspal di dunia tahun lalu adalah produk China.

Pertumbuhan Agresif, Lampaui AS dan Jepang

Capaian ini menandai kenaikan penjualan sebesar 9 persen bagi China, jauh melampaui rata-rata pertumbuhan global yang tertahan di angka 5 persen. Jika kita membandingkan dengan rival-rivalnya, angkanya terlihat jomplang.

Amerika Serikat hanya mampu mencatatkan kenaikan 1 persen dengan penjualan 16,72 juta unit. Jepang pun setali tiga uang, hanya tumbuh 3 persen (4,56 juta unit), sementara Jerman jalan di tempat dengan kenaikan tipis 1 persen (3,16 juta unit). 

India menjadi satu-satunya yang memberikan perlawanan dengan pertumbuhan 7 persen, namun volume penjualannya masih di angka 5,58 juta unit.

Tren kemenangan China ini kian terasa di penghujung tahun 2025. Pada November saja, pangsa pasar mereka sempat menyentuh 40 persen, sebelum akhirnya stabil di angka 35,6 persen untuk akumulasi setahun penuh.

Raja Ekspor dan Ledakan Kendaraan Listrik

Keberhasilan China bukan sekadar jago kandang. Status sebagai eksportir otomotif terbesar sejagat resmi dipertahankan untuk ketiga kalinya secara berturut-turut. Sebanyak 8,32 juta kendaraan dikirim ke luar negeri sepanjang 2025, melonjak drastis 30 persen dibanding tahun sebelumnya.

Kuncinya ada pada kendaraan energi baru (NEV). Ekspor mobil listrik dan hybrid China meroket hingga 70 persen dengan angka 3,43 juta unit. Di tengah pasar Rusia yang limbung dan perlambatan di Meksiko, China justru berhasil memanen hasil manis di pasar Amerika Selatan, terutama Argentina.

Melihat ke belakang, lonjakan ini sangat kontras dengan periode 2016-2019 ketika China masih berkutat di angka 29-30 persen. Kini, dengan dominasi teknologi baterai dan harga yang kompetitif, China tidak lagi sekadar mengekor, mereka adalah pemegang kendali arah industri otomotif dunia.