Usai Sikat Jepang, Hector Souto Larang Pemain Timnas Futsal Main Medsos

Ibnu Medium.jpeg

Jumat, 6 Februari 2026 – 04:44 WIB

Pelatih timnas futsal Indonesia Hector Souto Vazquez (kanan) memberikan arahan kepada anak asuhannya saat melawan Timnas futsal Korea Selatan pada pertandingan grup A AFC Futsal Asian Cup 2026 di Indonesia Arena, Senayan, Jakarta, Selasa (27/1/2026). (Foto: Antara)

Pelatih timnas futsal Indonesia Hector Souto Vazquez (kanan) memberikan arahan kepada anak asuhannya saat melawan Timnas futsal Korea Selatan pada pertandingan grup A AFC Futsal Asian Cup 2026 di Indonesia Arena, Senayan, Jakarta, Selasa (27/1/2026). (Foto: Antara)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Pelatih Timnas Futsal Indonesia Hector Souto menunjukkan sikap tegas usai membawa Indonesia menyingkirkan Jepang pada babak semifinal Piala Asia Futsal 2026, Kamis(5/6)malam

Di tengah euforia kemenangan dramatis 5-3 atas Jepang, Souto justru menginstruksikan para pemainnya untuk menjauh dari media sosial dan fokus pada pemulihan jelang laga final.

Momen tersebut terekam dalam unggahan Instagram Story resmi AFC Futsal Asian Cup. Dalam video singkat itu, Souto terlihat mengumpulkan para pemain di tengah lapangan Indonesia Arena, Jakarta, tak lama setelah pertandingan berakhir. 

Di hadapan skuadnya, pelatih asal Spanyol itu menyampaikan pesan sederhana namun tegas: tidak bermain ponsel, tidak mengakses media sosial, serta menjaga pola istirahat dan makan.

“Jangan main handphone, jangan media sosial. Istirahat, tidur, dan makan,” ujar Souto kepada para pemain.

Instruksi tersebut mencerminkan pendekatan disiplin yang konsisten diterapkan Souto sejak awal turnamen. 

Pemain Timnas futsal Indonesia Syauqi Saud (kiri) berebut bola dengan pemain Timnas futsal Jepang Shunta Uchimura (kedua kiri) pada pertandingan semifinal AFC Futsal Asian Cup 2026 di Indonesia Arena, Senayan, Jakarta, Kamis (5/2/2026). (Foto: Antara)

Alih-alih larut dalam perayaan, ia memilih mengalihkan fokus tim pada hal-hal paling mendasar yang menentukan performa di level tertinggi, yakni kondisi fisik dan mental pemain.

“Hal terpenting sekarang adalah pemulihan pemain. Kami punya satu sesi latihan besok, tapi fokusnya adalah terapi, nutrisi, dan tidur. Tanpa tidur yang cukup, sekitar 8 jam malam dan 2 jam siang, pemulihan akan sulit. Makan, tidur, latihan pemulihan, ulangi,” jelas Souto saat menghadiri jumpa pers pasca pertandingan.

Kemenangan atas Jepang memang bersejarah. Indonesia untuk pertama kalinya melangkah ke final Piala Asia Futsal, setelah sebelumnya juga mencatat semifinal perdana. 

Namun bagi Souto, semifinal hanyalah satu tahap. Tantangan yang lebih besar menanti di partai puncak, sehingga euforia dinilai berpotensi menjadi distraksi.

Larangan tidak langsung terhadap media sosial juga berkaitan dengan meningkatnya tekanan publik. Setelah menyingkirkan Jepang, perhatian dan ekspektasi terhadap Timnas Futsal Indonesia melonjak tajam. 

Souto tampak ingin melindungi para pemain dari komentar berlebihan, baik pujian maupun kritik, yang bisa mengganggu fokus dan kesiapan mental.

Pendekatan ini selaras dengan pernyataan Souto dalam sesi jumpa pers sebelumnya. Ia berulang kali menekankan bahwa pemulihan adalah faktor kunci, terutama setelah laga intens yang harus dituntaskan hingga babak tambahan waktu. 

Tidur cukup, nutrisi seimbang, dan terapi pemulihan menjadi prioritas utama sebelum menyentuh aspek taktik.

Timnas Futsal Indonesia dijadwalkan menghadapi Timnas Futsal Iran di final. Iran merupakan tim tersukses di sejarah Piala Asia Futsal dengan koleksi 13 gelar juara. 

Menghadapi lawan dengan pengalaman dan kualitas setinggi itu, kesalahan kecil di luar lapangan pun bisa berdampak besar.

Pesan Souto tersebut menegaskan satu hal. Di balik pencapaian bersejarah Indonesia, ada kontrol ketat terhadap detail. 

Bagi Hector Souto, jalan menuju final bukan tentang selebrasi, melainkan tentang disiplin menjaga fokus hingga peluit terakhir dibunyikan.