Pandji Pragiwaksono saat ditemui Inilah.com di Bareskrim Polri, Jakarta, Senin (02/02/2026). (Dokumentasi: Inilah.com/ Diana)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Budi Hermanto mengatakan bila penyidik telah melayangkan undangan klarifikasi kepada Komika, Pandji Pragiwaksono terkait laporan dugaan pencemaran nama baik, penghasutan, hingga penistaan agama dalam materi stand up comedy Mens Rea.
“Undangan klarifikasi untuk Jumat 6 Februari 2026 pukul 10.00 WIB,” ucap Budi kepada wartawan, Selasa (3/2/2026).
Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk mendalami laporan yang masuk, serta mengklarifikasi materi komedi yang dipersoalkan oleh pelapor. Hingga kini, kasus tersebut masih berada pada tahap penyelidikan awal.
Dalam perkara ini, Pandji telah dilaporkan oleh enam orang ke Polda Metro Jaya. Terbaru, laporan itu dilayangkan oleh Majelis Pesantren Salafiyah (MPS) Banten, Kamis (22/1/2026) malam. Laporan tersebut teregistrasi dengan nomor LP/B/567/I/2026/SPKT/POLDA METRO JAYA.
Selain itu, laporan polisi juga dilayangkan oleh Angkatan Muda Nahdlatul Ulama (NU) dan Aliansi Muda Muhammadiyah, Rabu (7/1/2026). Pandji dituding telah melakukan pencemaran nama baik serta menyebarkan materi yang dinilai provokatif.
Materi Komedi yang Berujung Laporan Polisi
Pihak pelapor tidak datang dengan tangan kosong. Mereka menyertakan rekaman materi komedi Pandji yang disiarkan melalui salah satu platform digital sebagai barang bukti utama. Materi tersebut dianggap telah melampaui batas kritik dan masuk ke ranah penghinaan.
Presidium Angkatan Muda NU, Rizki Abdul Rahman Wahid, menegaskan narasi yang dibangun Pandji dalam Mens Rea berpotensi memicu perpecahan di tengah masyarakat yang saat ini tengah sensitif.
“Kami melaporkan adanya dugaan merendahkan, memfitnah, dan cenderung menimbulkan kegaduhan di ruang publik. Ini berpotensi memecah belah bangsa,” tegas Rizki di Mapolda Metro Jaya.
Respon Anak Muda Nahdliyin dan Muhammadiyah
Rizki menambahkan, materi tersebut telah menimbulkan keresahan yang nyata, khususnya di kalangan anak muda Nahdliyin dan kader muda Muhammadiyah. Kritik politik yang disampaikan Pandji dinilai tidak lagi sehat dan justru menyerang kehormatan pihak tertentu.
“Tentu ini menimbulkan keresahan, khususnya bagi kami sebagai anak muda Nahdliyin, begitu pula rekan-rekan dari Aliansi Muda Muhammadiyah,” lanjutnya.













