Majukan Pariwisata Bali Utara, WSKT Bangun Jalan Singaraja-Mengwitani Senilai Rp290 Miliar

Iwan Medium.jpeg

Jumat, 23 Januari 2026 – 17:13 WIB

Peletakan batu pertama (groundbreaking) pembangunan Jalan Perbaikan Geometrik Batas Kota Singaraja-Mengwitani di Bali, senilai Rp290,84 miliar. Proyeknya digarap PT Waskita Karya Tbk (Persero/WSKT). (Foto: Dok Waskita Karya).

Peletakan batu pertama (groundbreaking) pembangunan Jalan Perbaikan Geometrik Batas Kota Singaraja-Mengwitani di Bali, senilai Rp290,84 miliar. Proyeknya digarap PT Waskita Karya Tbk (Persero/WSKT). (Foto: Dok Waskita Karya).

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

PT Waskita Karya (Persero/WSKT) Tbk membangun Jalan Perbaikan Geometrik Batas Kota Singaraja-Mengwitani (Shortcut 9 dan 10) Paket I di Bali. Proyek ini bernilai Rp290,84 miliar.

Pengerjaan dimulai setelah pelaksanaan peletakan batu pertama atau groundbreaking di awal Januari 2026. Kegiatan ini menandai dimulainya pembangunan jalan nasional strategis di wilayah Bali Utara.

Acara groundbreaking dihadiri Direktur Pembangunan Jalan Kementerian Pekerjaan Umum (PU), Asep Syarip Hidayat dan Gubernur Bali, I Wayan Koster dan Direktur Operasi II WSKT, Paulus Budi Kartiko.

Asep menyampaikan, pembangunan ini menjadi langkah awal dalam meningkatkan konektivitas jalan nasional di Bali. “Melalui perbaikan geometrik jalan, waktu tempuh Singaraja-Mengwitani menjadi hanya 8,61 menit, sebelumnya 21,22 menit,” kata Asep, dikutip Jumat (23/1/2026).

Dia bilang, pembangunan jalan penghubung tersebut ini akan mempermudah pengangkutan hasil bumi dan produk lokal ke pasar. Proyek ini juga diharapkan menekan biaya bahan bakar dan perawatan kendaraan bagi pelaku usaha logistik.

Sementara itu, Gubernur Koster menilai, proyek tersebut merupakan kebutuhan mendesak bagi masyarakat. Jalan ini tidak hanya melayani transportasi penumpang, tetapi juga mendukung distribusi logistik.

Jalan ini telah lama dinantikan masyarakat. Jalan yang menghubungkan Bali Selatan sebagai pusat pariwisata utama dengan Bali Utara yang sebelumnya terhambat kondisi jalan berkelok,” pungkasnya.

Selanjutnya, Paulus memastikan, pembangunan Jalan Batas Kota Singaraja-Mengwitani ini, membuat pengendara yang melintas semakin aman dan nyaman. Proyek ini mengurangi jumlah tikungan dari 58 titik, menjadi hanya 21 titik.

“Kami pun siap menurunkan kelandaian jalan tersebut, yang awalnya menembus 21,8 persen menjadi 10 persen. Dengan begitu akan lebih mudah dan lancar saat melewati jalan shortcut tersebut,” kata Paulus.

Selain membangun jalan sepanjang 931,5 meter, WSKT juga mengerjakan pembangunan jembatan sepanjang 593,5 meter. Pembangunan keduanya ditargetkan rampung pada 2027. “Waskita Karya berkomitmen menyelesaikan proyek ini tepat waktu dan sesuai standar mutu demi memastikan keamanan para pengguna nantinya,” ujar Paulus.

Selain itu, Paulus menambahkan, perseroan menerapkan metode kerja yang mengutamakan keselamatan dan efisiensi sesuai prinsip konstruksi berkelanjutan.