Anak-anak Elon Musk (Foto: Disway)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Pendiri X (dulu Twitter), Elon Musk, mengajukan hak asuh penuh terhadap anak yang dilahirkan penulis buku Ashley St. Clair pada Oktober 2024.
CEO Tesla itu ingin hak asuh meski sebelumnya tidak mengakui lantaran Ashley diduga mendukung ‘praktik pelecehan seksual terhadap anak transgender’.
“Saya akan mengajukan hak asuh penuh hari ini, mengingat pernyataannya (Ashley) yang menyiratkan bahwa ia mungkin akan mentransisikan anak laki-laki berusia satu tahun,” ujar Elon dalam X pribadinya @elonmusk dikutip Sabtu (17/1/2026).
Namun, tidak jelas pernyataan St. Clair mana yang dimaksud Musk — dan perwakilan dari keduanya belum menanggapi permintaan komentar dari Page Six. Yang pasti, St. Clair (27) menyatakan penyesalannya dalam sebuah permintaan maaf kepada komunitas transgender melalui X pada akhir pekan lalu. Ia menanggapi pertanyaan tentang transfobia terang-terangan yang pernah dilakukannya.
Pada Minggu, 11 Januari 2026, ia menulis, “Saya merasa sangat bersalah atas peran saya. … [Saya sebenarnya tidak tahu] bagaimana cara memperbaiki banyak hal ini, tetapi saya telah berusaha sangat keras secara pribadi untuk belajar dan membela mereka yang berada dalam komunitas trans yang telah saya sakiti.”
Ia juga secara khusus menyebutkan anak transgender Musk yang berusia 21 tahun, Vivian, yang lahir dari pernikahannya dengan mantan istri, Justine Wilson. Dalam permintaan maafnya, St. Clair memperkirakan kata-katanya akan mengakibatkan ‘histeria sayap kanan’ atau dipandang oleh pihak lain sebagai ‘tidak tulus’.
Secara terpisah dalam wawancara bersama CNN, Ashley hanya menyatakan dirinya tak memiliki komentar lebih lanjut perihal cuitan Elon.”Saya tidak mempunyai kebebasan untuk membahasnya lebih lanjut,” pungkas Ashley.













