Raja Salman Jalani Pemeriksaan Medis di Riyadh, Istana Pastikan Kondisi Stabil

Pihak Istana Kerajaan Arab Saudi secara resmi mengumumkan bahwa Penjaga Dua Kota Suci, Raja Salman bin Abdulaziz Al Saud (90), tengah menjalani serangkaian pemeriksaan medis pada Jumat, 16 Januari 2026. Agenda medis ini bertepatan dengan momen sakral 27 Rajab 1447 Hijriah.

​Berdasarkan keterangan tertulis yang dirilis melalui kantor berita resmi kerajaan, SPA, pemeriksaan kesehatan tersebut dilangsungkan di Rumah Sakit Spesialis King Faisal, Riyadh. Meski menarik perhatian publik dunia, pihak istana memberikan pernyataan yang menenangkan.

​Prosedur Rutin dan Kondisi Stabil

​Dalam keterangannya, pihak Kerajaan menegaskan bahwa pemeriksaan ini merupakan bagian dari perawatan kesehatan rutin yang telah dijadwalkan bagi sang Raja.

Hingga saat ini, laporan resmi tidak menunjukkan adanya indikasi kekhawatiran yang mendesak. Prosedur ini murni ditujukan untuk memantau kondisi fisik Raja Salman secara berkala demi memastikan kesehatan pemimpin tertinggi Saudi tersebut tetap terjaga.

​Langkah transparansi yang diambil oleh Royal Court ini segera memicu respons dari berbagai belahan dunia, mengingat posisi sentral Raja Salman dalam stabilitas geopolitik Timur Tengah dan peran spiritualnya bagi umat Islam.

​Menilik Riwayat Kesehatan Raja Salman

​Kondisi kesehatan Raja Salman memang kerap menjadi sorotan publik seiring dengan bertambahnya usia. Mengutip laporan dari AFP, meski pihak kerajaan jarang membedah detail medis secara rinci, tercatat beberapa momen penting terkait kesehatan sang Raja dalam beberapa tahun terakhir:

– ​Tahun 2024: Sempat didiagnosis menderita infeksi paru-paru, namun tak lama kemudian dinyatakan telah pulih sepenuhnya.
– ​Mei 2022: Menjalani prosedur kolonoskopi dan mendapatkan perawatan selama lebih dari satu minggu untuk pemeriksaan lanjutan serta masa pemulihan.
– ​Maret 2022: Menjalani pemeriksaan medis yang mencakup penggantian baterai alat pacu jantung.
– ​Tahun 2020: Menjalani operasi pengangkatan kantung empedu (kolefistektomi).

​Dinamika Takhta dan Peran Putra Mahkota

​Raja Salman naik takhta pada tahun 2015 menggantikan mendiang Raja Abdullah. Namun, sebuah langkah signifikan terjadi pada tahun 2017 ketika ia menunjuk putranya, Mohammed bin Salman (MBS), sebagai Putra Mahkota.

​Sejak penunjukan tersebut, MBS secara praktis telah menjalankan roda pemerintahan sehari-hari di Kerajaan Arab Saudi. Di bawah kepemimpinan MBS, Saudi mengalami transformasi besar-besaran melalui visi 2030, sementara Raja Salman tetap menjadi simbol pemersatu dan otoritas tertinggi kerajaan.

​Doa bagi Sang Pelayan Dua Kota Suci

​Pernyataan dari Royal Court ditutup dengan doa yang tulus bagi kesehatan sang Raja. “Semoga Allah SWT senantiasa menjaga beliau, memberikan kesembuhan, serta melimpahkan kesehatan dan kesejahteraan yang tiada putus bagi Pelayan Dua Kota Suci,” tulis pernyataan tersebut.

​Hingga berita ini diturunkan, suasana di ibu kota Riyadh tetap kondusif dan aktivitas masyarakat berjalan normal. Gelombang simpati dan doa terus mengalir dari pemimpin negara sahabat dan umat Muslim di seluruh dunia, sebagai bentuk penghormatan atas dedikasi panjang Raja Salman terhadap Islam dan kemanusiaan.