Jangan Malas! Ini Alasan Mengapa Motor Harus Segera Dicuci Setelah Kena Hujan

Ikhsan Medium.jpeg

Rabu, 14 Januari 2026 – 11:24 WIB

Ilustrasi - Pengendara sepeda motor berkendara di bawah guyuran hujan. (Foto: Pexels)

Ilustrasi – Pengendara sepeda motor berkendara di bawah guyuran hujan. (Foto: Pexels)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Masuknya musim penghujan menuntut perhatian ekstra dari para pemilik kendaraan, khususnya roda dua. Jangan anggap sepele sisa air hujan yang menempel pada bodi motor. Jika dibiarkan mengering begitu saja, bersiaplah menghadapi risiko kerusakan jangka panjang yang menguras kantong.

Dennil Sagita, pendiri sekaligus pemilik bengkel spesialis Scooter VIP, mengingatkan para pemilik motor untuk segera membersihkan tunggangannya setelah kehujanan. Menurutnya, air hujan membawa partikel kotor yang bersifat korosif.

“Bukan hanya motor, semua kendaraan sebaiknya dicuci setelah terkena hujan. Air hujan itu kotor. Kalau dibiarkan berhari-hari tanpa dibersihkan, jamur akan tumbuh subur di bodi kendaraan,” ujar Dennil, seperti dikutip dari Antara, Rabu (14/1/2026).

Jamur dan Karat: Musuh dalam Selimut

Dennil memberikan tenggat waktu yang ketat bagi pemilik motor. Jika tidak bisa langsung dicuci hari itu juga, maksimal keesokan harinya motor harus sudah bersih. Membiarkan air hujan mengendap terlalu lama sama saja mengundang jamur dan karat untuk merusak estetika serta struktur kendaraan.

Lalu, bagaimana jika Anda tidak punya waktu luang untuk mencuci secara menyeluruh? Dennil memberikan solusi praktis. “Langkah minimumnya adalah guyur motor dengan air bersih, lalu lap menggunakan kain microfiber sampai kering,” jelasnya.

Langkah sederhana ini cukup untuk mengusir residu asam dan kotoran dari air hujan.

Waspada Semprotan Air Bertekanan Tinggi

Namun, dalam urusan mencuci, Dennil juga memberikan catatan penting. Ia mewanti-wanti pemilik motor agar tidak sembarangan menggunakan semprotan air bertekanan tinggi (jet washer).

Satu titik yang paling krusial adalah area di bawah jok. Menyemprotkan air secara langsung ke bagian mesin, terutama ke arah injektor, berisiko tinggi menyebabkan kerusakan sistem pembakaran. Alih-alih bersih, motor justru terancam mogok.

Komponen yang Paling Rentan

Paparan air hujan dalam jangka panjang memang tidak langsung merusak motor seketika, namun seiring waktu, partikel kotor yang menumpuk akan memicu masalah serius. Beberapa komponen yang paling rentan ‘sakit’ akibat hujan antara lain:

  • Sistem Pengereman: Cakram, kampas, hingga kaliper rem mudah kotor dan rentan macet.
  • Knalpot: Bagian header dan silencer adalah yang paling cepat terserang karat.
  • Kaki-kaki: Velg, dek bagian bawah, serta area kolong motor sering menjadi tempat penumpukan lumpur.

Terkait sistem kelistrikan, Dennil menilai hujan biasa cenderung aman bagi motor modern. Risiko korsleting biasanya hanya muncul jika motor dipaksa menerjang genangan air atau banjir yang tinggi.

“Selama saya menjalankan bengkel, jarang sekali hujan biasa merusak kelistrikan secara fatal,” ujarnya.

Jadi, sebelum jamur dan karat menjajah motor kesayangan Anda, segera ambil selang dan bersihkan sisa air hujan sekarang juga.