Pandji Pragiwaksono Buka Suara soal tak Masukkan Nama Anies ke Materi Mens Rea

syahidan.jpg

Senin, 12 Januari 2026 – 16:47 WIB

Komika Pandji Pragiwaksono. (Foto: Dok. Netflix)

Komika Pandji Pragiwaksono. (Foto: Dok. Netflix)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Pandji Pragiwaksono buka suara soal tidak memasukkan Anies Baswedan sebagai materi dalam pertunjukan stand up comedy bertajuk Mens Rea yang saat ini sedang tayang di salah satu platform streaming.

Pandji mengatakan, materinya itu didasarkan pada kritik komedi yang diperuntukkan kepada mereka yang saat ini memegang kekuasaan. Ia menegaskan keputusan tersebut bukan karena rasa takut atau keberpihakan politik.

“Selain tidak ngebahas Anies, gue enggak ngebahas Ahok, Ganjar, Mahfud, dan masih banyak lagi. Kenapa? Karena mereka tidak menjabat apa-apa,” kata Pandji Pragiwaksono Melalui video di kanal YouTube pribadi yang dikutip, Senin (12/01/2026). 

Menurutnya, baik Anies maupun tokoh politik lainnya yang tak menjabat apapun tidak relevan untuk dibahas. Terlebih, mereka tidak sedang menikmati uang dari pajak rakyat.

“Yang lain ngapain dibahas? Enggak menjabat. Mereka enggak ambil duit pajak kita. Mungkin dulu pernah. Tapi saat itu (saat Mens Rea dibuat) mereka tidak menjabat apa-apa. Semua yang kita sebut itu selama masih dalam jabatan, kita berhak untuk mengkritik,” ujar Pandji.

Maka dari itu, Pandji memilih untuk membahas orang-orang yang saat ini memegang kekuasan. Mulai dari Presiden Prabowo Subianto, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, hingga Bahlil Lahadalia.

Di sisi lain, ia membuat pengecualian untuk Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi). Ia tetap membahas Jokowi lantaran dianggap setiap ucapannya selalu dibahas orang banyak.

“Pak Jokowi dibahas karena beliau Presiden ke-7, jabatan spesial membutuhkan kebijakan-kebijakan spesial. Bukan cuma Pak Jokowi, Soekarno dan Soeharto juga masih disebut sampai sekarang karena apa pun yang diucapkan Presiden itu layak dibahas terus sebagai sejarah,” ujar Pandji.

Kemudian, ia juga spesifik membahas Irjen Teddy Minahasa karena dianggap melakukan skala kejahatan yang perlu diketahui publik. Sementara itu, ia juga menyinggung Dharma Pongrekun karena alasan subjektif.

“Pak Dharma itu special case karena menurut keyakinan saya, beliau terlalu lucu untuk tidak dibahas di stand-up comedy,” ujar Pandji.

Ia pun membantah tudingan jika dirinya adalah pendukung fanatik Anies Baswedan. Ia meminta publik mengingat rekam jejaknya sebagai YouTuber. Pada saat itu ia terus-menerus mengkritik Anies selama menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta.

Bahkan, ia pernah membuat video ulasan mendalam berdurasi lebih dari dua jam, kemudian memberi skor rendah dua dari lima bintang untuk kinerja Anies. Ia membahas berbagai isu sensitif mulai dari program DP 0 persen, Formula E, hingga ketidakkonsistenan sikap Anies.

“Jadi kalau dibilang, Panji enggak pernah ngebecandain Anis, itu faktanya berlawanan. Enggak ada satupun komika yang lebih sering daripada Panji dalam ngebahas Anies sebagai bahan materi stand up,” kata Pandji.