Kendaraan Roda Dua Masuk Jalan Tol akibat Banjir di Jakarta

Basuki Medium.jpeg

Senin, 12 Januari 2026 – 13:49 WIB

Personel Satlantas Patroli Jalan Raya melakukan rekayasa lalu lintas dengan mengizinkan kendaraan roda dua untuk dapat mengakses jalan tol di Jakarta, Senin (12/1/2026). (Foto: Ditlantas Polda Metro Jaya)

Personel Satlantas Patroli Jalan Raya melakukan rekayasa lalu lintas dengan mengizinkan kendaraan roda dua untuk dapat mengakses jalan tol di Jakarta, Senin (12/1/2026). (Foto: Ditlantas Polda Metro Jaya)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Menyusul terjadinya banjir di sejumlah wilayah di ibu kota, Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya melakukan rekayasa lalu lintas dengan mengizinkan kendaraan roda dua untuk dapat mengakses jalan tol akibat genangan yang cukup tinggi.

“Satuan Patroli Jalan Raya (PJR) Ditlantas Polda Metro Jaya melakukan rekayasa lalu lintas terhadap kendaraan roda dua untuk memasuki ruas jalan tol,” ujar Kasat PJR Ditlantas Polda Metro Jaya Kompol Dhanar Dono Vernandie dalam keterangannya di Jakarta, Senin (12/1/2026).

Selanjutnya Dhanar menjelaskan terdapat dua ruas jalan tol yang dapat dimasuki oleh kendaraan roda dua. Pertama, Gerbang Tol Sunter yang mengarah ke keluaran Kebon Bawang. Kedua, dari Gerbang Tol Jembatan 31 dan keluar di Angke.

“Mengapa ini kami laksanakan? Karena di arteri, di Jalan Yos Sudarso dan Pluit Raya itu terjadi genangan dan tidak bisa dilalui oleh kendaraan roda dua sehingga kami melakukan pelayanan masyarakat berupa rekayasa lalu lintas untuk mengarahkan kendaraan roda dua ke jalan tol,” jelas Dhanar.

Ia menambahkan durasi yang dilaksanakan untuk kegiatan itu berkisar sekitar 20 menit, dan saat ini situasi sudah normal kembali.

“Dari kejadian rekayasa lalu lintas tersebut, kami laporkan tidak ada kecelakaan lalu lintas maupun gangguan atau hal-hal yang lain,” ungkap Dhanar.

Di sisi lain, dia menyebutkan kemacetan panjang sempat terjadi di berbagai sudut ibu kota karena air yang menggenangi akses keluar-masuk gerbang tol.

“Kalau padat itu Podomoro, Sunter, yang keluar, itu karena arterinya banjir, jadinya kendaraan padat di tol,” tutur Dhanar.

Berdasarkan laporan kepolisian, titik banjir yang paling parah terpantau di wilayah Rawa Bokor dengan ketinggian air mencapai 60 sentimeter (cm), sehingga petugas harus melakukan pengalihan arus kendaraan secara masif.

“Parah di Rawa Bokor itu, ketinggian 60 cm, kemudian kita lakukan rekayasa, untuk yang mau keluar Rawa Bokor, kita luruskan bandara. Kalau di keluaran Plumpang, Priok 1, itu mobil sedan enggak bisa melintas, tapi minibus masih bisa,” terang Dhanar.

Meski pun jalur arteri terhambat, dia memastikan ruas Tol Dalam Kota sampai dengan saat ini masih terpantau aman dari genangan dan dapat dilalui kendaraan.

“Tol Dalam Kota masih enggak ada gangguan, masih aman, cuma dua titik di Wiyoto Wiyono dan Sedyatmo,” ucap Dhanar.