Ramai Wisatawan, Pihak Ragunan Imbau Pengunjung Selalu Jaga Keselamatan Anak

Diana Medium.jpeg

Sabtu, 3 Januari 2026 – 15:59 WIB

TM Ragunan menjadi tujuan favorit warga Jakarta saat liburan sekolah. (Foto: Inilah.com/Harris)

TM Ragunan menjadi tujuan favorit warga Jakarta saat liburan sekolah. (Foto: Inilah.com/Harris)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Ramainya wisatawan Taman Margasatwa Ragunan (TMR) jelang berakhirnya libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), membuat pihakTMR mengimbau kepada masyarakat yang membawa anak kecil, untuk selalu menjaga keselamatan anaknya.

Selain itu, para pengunjung juga diminta menyiapkan perlengkapan untuk mengantisipasi cuaca yang belakangan ini terus diguyur hujan.

“Jadi agar wisata tetap nyaman sebaiknya membawa perlengkapan hujan sendiri. Yang kedua, karena kemungkinan masih akan ramai sampai tanggal 12 Januari, saya imbau orang tua yang membawa putra-putri untuk tetap menjaga mereka dengan baik,” jelas Humas TMR, Wahyudi Bambang kepada inilah.com saat ditemui di TMR, Jakarta Selatan, Sabtu (3/1/2026).

“Kemarin pada tanggal 1 Januari, ada beberapa anak yang sempat terpisah dari keluarganya, bahkan anak di bawah umur. Biasanya saat hujan turun, orang-orang panik dan lari mencari tempat berteduh, di situlah risiko anak terpisah. Jadi mohon jangan diabaikan dan tetap dijaga,” tegasnya.

Untuk atraksi yang ditawarkan oleh TMR pada libur Nataru ini, berupa pemberian makan satwa (feeding time). Bambang menegaskan, pemberian makan satwa tanpa adanya unsur eksploitasi alias satwa memang diberi makan di jam mereka biasanya makan.

“Memang tema utamanya di saat Natal dan Tahun Baru, tapi setiap weekend kami juga akan atraksikan selama libur ini. Tujuannya untuk menambah kemeriahan pengunjung, meningkatkan edukasi tentang satwa, dan menjadi atraksi yang menarik,” jelasnya.

“Selain itu, atraksi satwa kami tidak eksploitatif. Artinya itu memang kebiasaan atau habit mereka makan di jam-jam itu, dan itu yang kita tampilkan kepada pengunjung. Tidak ada yang namanya direkayasa hewannya untuk dipaksa makan atau dipuasakan, itu memang jadwal makannya dia. Jadi sangat ramah terhadap satwa,” lanjut Bambang.

Tak hanya itu, layanan TMR di malam hari atau Night Zoo juga tetap hadir pada perayaan libur Nataru. Bahkan ia mengaku pengunjung yang datang justru lebih ramai.

“Di minggu kemarin sampai 1.500 pengunjung, walaupun hujan tetap turun. Dibandingkan minggu sebelumnya yang sekitar 513 pengunjung, jadi ada kenaikan,” ucapnya.

Karena pengunjung yang berwisata tidak lagi begitu banyak, maka pihak TMR membuka empat pintu saja, dua pintu untuk masuk dan dua untuk keluar.

“Kami membagi penggunaan pintu; dua pintu untuk masuk dan dua pintu untuk keluar dari total empat pintu yang ada. Jalur masuk menggunakan Pintu Utara dan Pintu Barat. Sedangkan jalur keluar menggunakan Pintu Timur dan Pintu Selatan. Kami optimalkan pembagian ini agar kelancaran lalu lintas di area Ragunan dapat terkendali,” tuturnya.

Seperti saat tahun baru kemarin, Bambang menuturkan ada lebih dari 5.000 mobil dan hampir 11.000 kendaraan roda dua yang masuk. Meski begiti, arus keluar kendaraan terbilang cukup lancar dan tidak terlalu menimbulkan kemacetan, karena sistem contraflow di pintu Utara dan Barat sehingga konsentrasi jalur keluar dialihkan ke Pintu Selatan dan Timur.

“Kami memohon maaf dan pengertian dari warga sekitar jika merasa terganggu dengan banyaknya kendaraan yang menyebabkan kemacetan di jalur-jalur sekitar Ragunan. Mohon dimaklumi karena semua tempat wisata, termasuk Ragunan, saat ini memang sedang dipadati pengunjung,” pungkasnya.