Jadi “Kryptonite” Arne Slot, Liverpool Pecat Pelatih Aaron Briggs Akibat Rekor Bola Mati Terburuk di Eropa

Ibnu Medium.jpeg

Selasa, 30 Desember 2025 – 20:51 WIB

 Aaron Briggs. (Foto: LFC)

Aaron Briggs. (Foto: LFC)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Manajemen Liverpool mengambil langkah drastis di tengah berjalannya musim kompetisi dengan memecat pelatih spesialis bola mati, Aaron Briggs, pada Selasa (30/12). Keputusan ini diambil menyusul rapuhnya pertahanan The Reds dalam mengantisipasi situasi bola mati, yang kini menjadi titik lemah paling mencolok di skuad asuhan Arne Slot.

Meski Briggs memiliki andil besar saat bergabung musim lalu di era awal kepelatihan Slot dan membantu klub meraih gelar juara Liga Inggris, statistik musim ini berbicara lain. Liverpool mencatatkan diri sebagai tim dengan pertahanan bola mati terburuk, tidak hanya di Inggris, tetapi di lima liga top Eropa.

Konfirmasi Klub

Dalam pernyataan resminya, pihak klub mengonfirmasi kepergian sang pelatih.

“Liverpool FC dapat mengonfirmasi bahwa Aaron Briggs telah meninggalkan posisinya sebagai pelatih bola mati tim utama putra,” tulis manajemen Liverpool.

Pemecatan ini terjadi tepat setelah Liverpool kembali kebobolan lewat skema bola mati saat menang tipis 2-1 atas tim juru kunci, Wolverhampton Wanderers, di Anfield akhir pekan lalu.

“Kryptonite” Bagi Arne Slot

Media Inggris, Sky Sports News, bahkan melabeli masalah bola mati ini sebagai “kryptonite” atau kelemahan fatal bagi Arne Slot musim ini.

Data menunjukkan Liverpool telah kebobolan 12 gol dari situasi bola mati. Angka ini menempatkan mereka di posisi terbawah Premier League bersama Nottingham Forest dan Bournemouth. Namun, dalam skala yang lebih luas, tidak ada satu pun tim di lima liga elit Eropa (Inggris, Spanyol, Italia, Jerman, Prancis) yang memiliki catatan seburuk ini.

Daftar tim yang berhasil mengeksploitasi celah pertahanan Virgil van Dijk dan kawan-kawan pun semakin panjang. Newcastle United, Crystal Palace, Manchester United, Brentford, Manchester City, Nottingham Forest, Leeds United, Tottenham Hotspur, hingga Wolves semuanya sukses mencetak gol lewat skema ini. Bahkan, beberapa di antaranya mampu mencetak lebih dari satu gol dalam satu pertandingan.

Tumpul Saat Menyerang

Masalah Liverpool ternyata tidak hanya pada pertahanan. Dalam urusan mencetak gol dari bola mati, The Reds juga menjadi yang terburuk di liga.

Sejauh ini, mereka baru mengemas tiga gol dari situasi set-piece. Angka minim ini setara dengan catatan tim papan bawah seperti Wolves dan Brentford. Ketimpangan ini sangat terasa jika dibandingkan dengan pemuncak klasemen sementara, Arsenal.

The Gunners saat ini menjadi tim terbaik dalam urusan bola mati, dengan mencetak 12 gol dan hanya kebobolan empat kali. Efektivitas bola mati menjadi salah satu faktor pembeda yang membuat Arsenal kini unggul 10 poin di atas Liverpool yang tertahan di posisi keempat dengan 32 poin.

Liverpool kini harus segera berbenah tanpa kehadiran Briggs, mengingat mereka dijadwalkan menjamu Leeds United di Anfield pada Jumat dini hari nanti. Perbaikan di sektor ini menjadi krusial jika The Reds ingin memangkas jarak poin dan kembali ke jalur perebutan gelar.