Lazio Unggah Video Protes Usai Kalah dari Milan: Biarkan Gambar yang Bicara

Ibnu Medium.jpeg

Senin, 1 Desember 2025 – 04:52 WIB

Alessio Romagnoli dari SS Lazio melepaskan tembakan dalam pertandingan Serie A antara AC Milan dan SS Lazio di Stadion Giuseppe Meazza pada 29 November 2025 di Milan, Italia. (Foto: Marco Rosi - SS Lazio/Getty Images)

Alessio Romagnoli dari SS Lazio melepaskan tembakan dalam pertandingan Serie A antara AC Milan dan SS Lazio di Stadion Giuseppe Meazza pada 29 November 2025 di Milan, Italia. (Foto: Marco Rosi – SS Lazio/Getty Images)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Laga panas big match Serie A antara AC Milan dan Lazio di San Siro, Jumat (29/11) malam, berakhir dengan ketegangan tinggi. Kubu Lazio memutuskan melakukan aksi tutup mulut (silenzio stampa) alias menolak berbicara kepada media usai menelan kekalahan tipis 0-1 yang diwarnai keputusan kontroversial wasit di masa injury time.

Kekalahan Biancocelesti ditentukan oleh gol Rafael Leao di babak kedua, namun sorotan utama tertuju pada insiden di detik-detik akhir laga yang memicu kemarahan tim tamu.

Drama Menit Akhir dan Kartu Merah

Kekacauan pecah di pinggir lapangan pada masa tambahan waktu. Lazio menuntut hadiah penalti setelah menduga bek Milan, Strahinja Pavlovic, melakukan handball di kotak terlarang.

Namun, wasit Giuseppe Collu membuat keputusan mengejutkan. Alih-alih menunjuk titik putih atau memeriksa potensi handball, ia justru memutuskan bahwa pemain Lazio, Adam Marusic, lebih dulu melakukan pelanggaran terhadap Pavlovic.

Protes keras pun tak terhindarkan. Akibat insiden ini, wasit melayangkan kartu merah kepada pelatih Max Allegri dan asisten manajer Lazio, Marco Ianni, karena dianggap melakukan protes berlebihan (dissent).

“Biarkan Gambar yang Bicara”

Kemarahan Lazio memuncak hingga ke ruang ganti. Seluruh pemain, pelatih, dan perwakilan klub menolak menghadiri sesi konferensi pers pasca-laga. Sebagai gantinya, akun media sosial resmi Lazio mengunggah cuplikan insiden tersebut dengan pesan menohok.

“Kami mohon maaf tidak bisa hadir di ruang pers malam ini, tapi kami akan membiarkan gambar-gambar ini berbicara mewakili kami,” tulis pernyataan resmi klub.

Penjelasan Pakar Wasit: Bukan Penalti

Menanggapi polemik tersebut, pakar perwasitan DAZN, Luca Marelli, memberikan analisis teknis. Menurutnya, keputusan wasit untuk tidak memberikan penalti adalah langkah yang benar, meskipun alasan yang digunakan (pelanggaran Marusic) dianggap kurang tepat.

“Itu tidak bisa menjadi penalti karena tiga alasan. Pertama, jarak kedua pemain sangat dekat. Kedua, lengan tidak bergerak ke arah bola. Ketiga, posisi tangan ada di belakang Pavlovic sehingga mustahil dia melihat bola,” jelas Marelli.

“Wasit Collu pada akhirnya membuat keputusan yang benar (tidak penalti) dengan cara yang salah, karena menyebut ada pelanggaran dari Marusic juga berlebihan,” tambahnya.

Jalannya Pertandingan

Terlepas dari kontroversi akhir laga, AC Milan tampil efektif. Kiper Mike Maignan menjadi pahlawan di babak pertama dengan penyelamatan gemilang, menepis sundulan Mario Gila yang mengenai mistar gawang dan menggagalkan peluang Mattia Zaccagni.

Gol kemenangan Rossoneri lahir di babak kedua lewat skema serangan apik yang diselesaikan dengan dingin oleh Rafael Leao dari jarak dekat.

Topik
Komentar