Hindari ‘Boncos’ Beli Mobil Listrik, Cek Dulu 3 Faktor Vital Ini

Adopsi kendaraan listrik (Electric Vehicle/EV) di Indonesia kian tak terbendung. Namun, di tengah gempuran model baru yang membanjiri pasar, konsumen dituntut semakin cerdas agar tidak terjebak euforia sesaat. 

PT Hyundai Motors Indonesia (HMID) membeberkan tiga parameter krusial yang wajib diperiksa konsumen sebelum memutuskan membeli EV: lokasi produksi, kematangan teknologi, jaminan purnajual (aftersales), dan ekosistem pengisian daya.

Momen pameran Gaikindo Jakarta Auto Week (GJAW) 2025 yang berakhir hari ini, Minggu (30/11/2025), menjadi etalase pembuktian bagaimana pabrikan menjawab keempat tantangan tersebut. Salah satu model yang diklaim memenuhi seluruh kriteria ini adalah All-new KONA Electric.

1. Keunggulan Produksi Lokal dan TKDN Tinggi 

Faktor lokasi produksi bukan sekadar soal nasionalisme, melainkan kepastian jangka panjang. Hyundai menegaskan pentingnya memilih mobil yang diproduksi secara Completely Knock Down (CKD) dibanding impor utuh atau Completely Built Up (CBU).

All-new KONA Electric mencatat sejarah sebagai EV pertama di Indonesia yang menggunakan baterai produksi lokal. Langkah ini mendongkrak Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) hingga 80 persen, angka tertinggi di kelasnya saat ini.

“Produksi lokal memberikan keuntungan ganda: harga yang lebih kompetitif berkat insentif pemerintah, serta jaminan ketersediaan suku cadang yang lebih cepat (lead time) dibanding mobil impor,” tulis pernyataan resmi Hyundai.

2. Teknologi yang Relevan: Bukan Sekadar Gimik 

Dalam memilih EV, kecanggihan fitur harus berbanding lurus dengan kegunaan. All-new KONA Electric menyematkan teknologi ADAS Hyundai SmartSense dan konektivitas Hyundai Bluelink. Namun, poin menarik yang kerap luput adalah pendekatan human-centric pada desain interior.

3. All-new KONA Eletric.jpg

Berbeda dengan tren EV masa kini yang menghilangkan semua tombol fisik demi layar sentuh, KONA Electric mempertahankan tombol fisik untuk fungsi krusial seperti pengaturan AC dan regenerative braking. Hal ini dinilai lebih aman dan ergonomis bagi pengemudi Indonesia.

Dari sisi performa, uji jarak tempuh Jakarta–Semarang (sekitar 420 km) membuktikan mobil ini masih menyisakan baterai 15–20 persen (setara 70–95 km) saat tiba di tujuan, menepis kekhawatiran soal range anxiety.

3. Ekosistem Purnajual dan Charging 

Infrastruktur adalah tulang punggung kepemilikan mobil listrik. Hyundai saat ini memiliki jaringan lebih dari 600 charging points yang bekerja sama dengan berbagai mitra, serta opsi pemasangan home charger.

Dari sisi perawatan, keberadaan 110 lebih jaringan dealer dan teknisi bersertifikasi global khusus EV menjadi jaring pengaman bagi konsumen. Garansi baterai selama 8 tahun juga menjadi standar yang ditawarkan untuk menjamin ketenangan pikiran (peace of mind).

Hari Terakhir Promo GJAW 2025 

Bagi konsumen yang berencana meminang All-new KONA Electric (mulai Rp500 jutaan), hari ini adalah kesempatan terakhir untuk memanfaatkan promo khusus di GJAW 2025 Hall 3D, ICE BSD City.

Hyundai menawarkan paket agresif bertajuk “Total Care EV Experience” yang mencakup bunga 0% dengan DP 20%, gratis asuransi all risk, gratis biaya jasa servis, hingga gratis pengisian daya di public charging (150 kW/bulan) selama 5 tahun.

Selain itu, terdapat program trade-in dengan tambahan nilai hingga Rp20 juta (khusus mobil terdampak banjir) dan skema pembiayaan syariah.