Pemain Tim Nasional Sepak Bola Cerebral Palsy (CP) Indonesia M Ikhsan Tabrani (kedua kanan) berselebrasi usai mengalahkan tim sepak bola CP Thailand pada semi final International Federation of Cerebral Palsy Football (IFCPF) Asian-Oceania 2025 di Stadion Sriwedari, Solo, Jawa Tengah, Kamis (20/11/2025). (Foto: Antara/Maulana Surya)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Stadion Sriwedari, Solo, kembali menjadi saksi lahirnya tinta emas dalam dunia olahraga Tanah Air. Kali ini, giliran Tim Nasional Sepak Bola Cerebral Palsy (CP) Indonesia yang membuat publik berdecak kagum. Skuad Garuda CP berhasil memastikan diri melenggang ke panggung dunia, IFCPF World Cup 2026 di Amerika Serikat (AS), setelah membungkam perlawanan sengit Thailand dengan skor meyakinkan 3-1 pada laga semifinal IFCPF Asia Oceania Cup 2025, Kamis (20/11/2025).
Kemenangan ini bukan sekadar tiket ke final turnamen regional, melainkan sebuah lompatan raksasa. Untuk kali pertama dalam sejarah, Timnas CP Indonesia akan berlaga di putaran utama Piala Dunia. Sebuah pencapaian yang sebelumnya tak pernah terbayangkan, bahkan oleh tim pelatih sekalipun.
Dari Underdog Menjadi Kuda Hitam
Pelatih Timnas CP Indonesia, Yanuar Dhuma Ardhiyanto, tak bisa menyembunyikan rasa syukurnya. Ia mengakui bahwa lolos ke Piala Dunia bukanlah target awal tim. Di atas kertas, kekuatan raksasa seperti Iran dan Australia jauh lebih diunggulkan untuk merebut tiket bergengsi tersebut.
Namun, bola itu bundar. Indonesia tampil sebagai pembunuh raksasa. Sebelum membenamkan Thailand, tim Merah Putih telah lebih dulu menciptakan kejutan dengan menumbangkan Australia (2-1) dan Jepang (1-0) di fase sebelumnya.
“Alhamdulillah kami sangat bersyukur atas hasil ini. Ini momentum kebangkitan sepak bola cerebral palsy Indonesia untuk pertama kali lolos ke World Cup,” ujar Yanuar penuh haru.
Ia menambahkan, target awal tim sebenarnya sangat realistis, yakni hanya menembus empat besar. “Tapi setelah melihat perkembangan permainan anak-anak yang luar biasa, saya naikkan target agar lolos ke final. Alhamdulillah bisa tercapai,” tegasnya.
Drama Empat Gol dan Taktik Jitu
Laga semifinal melawan Thailand berlangsung dengan tensi tinggi. Indonesia langsung tancap gas dan unggul cepat pada menit ke-17 lewat aksi Hafthah Wicaksono. Namun, euforia itu sempat terganggu ketika kesalahan koordinasi di lini belakang dimanfaatkan oleh pemain Thailand, Narongchai Thaohong, untuk menyamakan kedudukan menjadi 1-1 pada menit ke-21.
Melihat permainan yang mulai stagnan, Yanuar melakukan perjudian taktik yang brilian. Ia memasukkan Rizky Mulyana, pemain muda dengan kecepatan lari di atas rata-rata. Keputusan ini terbukti menjadi kunci kemenangan. Masuknya Rizky mengacak-acak pertahanan Thailand yang mulai kelelahan.
Tekanan bertubi-tubi membuat pertahanan Thailand panik. Pada menit ke-67, pemain lawan Phonpipat Nampaksa melakukan gol bunuh diri saat mencoba menghalau sepakan keras Diky Hendrawan. Momentum kemenangan dikunci oleh Rizky Mulyana sendiri pada menit ke-76 lewat skema serangan balik cepat yang mematikan.
Menatap Final dan Panggung Dunia
Kini, Indonesia tak hanya sekadar finalis, tetapi juga calon kontestan Piala Dunia. Diky Hendrawan, yang dinobatkan sebagai pemain terbaik dalam laga tersebut, berharap dukungan penuh masyarakat Solo dan Indonesia pada laga puncak nanti.
“Semoga suporter kembali hadir pada final Sabtu (22/11/2025) malam nanti. Insya Allah kami akan berusaha menjadi juara,” ujar Diky optimis.
Lolosnya Indonesia ke IFCPF World Cup 2026 di AS adalah bukti bahwa keterbatasan fisik bukanlah penghalang untuk mengukir prestasi global. Stadion Sriwedari telah mencatat sejarah, dan kini Timnas CP Indonesia siap menaklukkan dunia.














