Kontennya Tuai Kontroversi Jepang–Indonesia, Nessie Judge Unggah Permintaan Maaf Resmi

YouTuber Nessie Judge akhirnya mengunggah video permintaan maaf resmi berjudul “My Sincere Apology | Permohonan Maaf” di kanal YouTube miliknya. 

Dalam video berdurasi beberapa menit itu, Nessie menyatakan penyesalan mendalam atas kesalahan yang memicu polemik besar antara warganet Indonesia dan Jepang dalam beberapa hari terakhir.

Nessie mengakui baru benar-benar memahami dampak emosional yang ditimbulkan. Ia menyebut respons awalnya tidak sepenuhnya mewakili rasa sakit dan kemarahan publik, terutama dari keluarga korban yang tersinggung karena penggunaan foto sensitif dalam kontennya.

“Saya ingin menyampaikan permintaan maaf sebesar-besarnya atas apa yang muncul di video saya baru-baru ini, dan juga atas tanggapan saya setelahnya,” ucap Nessie.
“Kesalahan saya telah menyakiti banyak orang, dan tidak ada alasan yang bisa membenarkannya.”

Respons warganet Indonesia justru berubah hangat setelah video tersebut tayang. Kolom komentarnya kini berisi hampir 15 ribu dukungan, yang kompak mengajak publik untuk berhenti menghakimi dan memberi kesempatan bagi Nessie memperbaiki diri.

“Kak Nessie banyak kasih pelajaran dan hiburan. Aku yakin dia nggak bermaksud buruk. Semangat kak, belajar dari kesalahan,” tulis akun @rianray_music.
“Ka Nes, jadikan ini pelajaran untuk lebih hati-hati ke depannya,” tambah akun @alelilol.

Seruan serupa muncul dari warganet yang meminta publik Indonesia menunjukkan sikap baik kepada netizen Jepang agar suasana tidak makin memanas.

“Ayo teman-teman Indonesia, balas dengan pengertian, bukan marah-marah,” kata akun @LumineSeizen.

Menariknya, sejumlah komentar dari warganet Jepang juga mulai bernada menenangkan.
Akun @room1901 menulis panjang, mengkritik budaya penyerangan berlebihan di internet Jepang dan meminta Nessie tetap kuat.

“Permintaannya sudah cukup. Kadang netizen Jepang menyerang terlalu jauh. Kamu pasti sudah menghibur banyak orang. Lanjutkan berkarya dan bertahanlah.”

Namun ada juga komentar yang menegaskan agar insiden serupa tidak terulang.

“Tolong jangan gunakan foto korban lagi. Hormati keluarga. Tapi permintaan maafmu sudah baik,” tulis pengguna lain.

Komitmen Perbaikan dan Evaluasi Tim

Nessie menjelaskan kesalahan terjadi karena kurangnya pengawasan pribadi terhadap proses produksi. Ia menegaskan bertanggung jawab penuh dan menyebut timnya telah melakukan evaluasi menyeluruh.

“Kami gagal menunjukkan empati dan hormat terhadap korban. Untuk itu saya sangat menyesal,” ujarnya sambil membungkukkan badan, mengikuti etika permintaan maaf ala Jepang.

Nessie berjanji memperbaiki standar produksi, meningkatkan sensitivitas konten, dan kembali fokus pada karya yang menghormati nilai kemanusiaan.

“Saya akan terus belajar berkarya dengan lebih empati, hormat, dan pengertian. Kepada masyarakat Jepang, keluarga korban, dan semua yang kecewa di Indonesia, saya menyampaikan permintaan maaf yang tulus dari lubuk hati terdalam.”

Gelombang dukungan yang menyertai permintaan maafnya menunjukkan publik kini lebih mendorong penyelesaian damai dibanding memperpanjang polemik