Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menikmati santapan ayam ‘cabe ijo’ di kawasan Lapangan Banteng, Jakarta Pusat. (Foto: Inilah.com/Clara).
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Jam makan siang di kawasan Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, riuh seperti biasanya. Pegawai kantor berseliweran, motor ojek parkir rapat, aroma gorengan bercampur asap knalpot.
Di tengah hiruk-pikuk itu, sebuah warung kecil berdiri nyempil di samping Gedung Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Tanpa papan nama mencolok, tanpa gimmick. Tapi dari dapurnya, aroma sambal hijau mengepul pelan, tanda ayam ‘cabe ijo’ siap naik piring.
Di sinilah Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa beberapa kali mampir. Bukan dengan iring-iringan. Ia datang biasa saja. Duduk, pesan, menunggu. Seperti pelanggan lain yang antre makan siang. Menu favoritnya, ayam ‘cabe ijo’.
Ayamnya digoreng sampai kulitnya renyah, bagian dalam tetap juicy. Sambal hijaunya diulek kasar, ditumis hingga wangi, lalu disiram hangat ke atas ayam. Pedasnya segar, cukup bikin dahi berkeringat.
Purbaya sudah tiga kali menyantap menu itu. Dan tiap datang, pesanannya nyaris tak pernah berubah, dua porsi sekaligus. “Enak mantap,” katanya sambil mengangkat jempol.
Pemilik warung masih ingat betul kebiasaan itu. “Banyak makannya, ayamnya double pake nasi,” ujarnya sambil terkekeh.
Bagi si empunya warung, kehadiran menteri bukan sekadar tamu penting tapi bisa jadi cerita yang dibawa pulang ke rumah. Warung kecilnya, yang sehari-hari melayani pegawai kantor dan warga sekitar, ternyata bisa bikin pejabat negara kecanduan.
Tak ada jarak sosial di bangku plastik itu, apalagi meja VIP. Semua duduk sejajar, menunggu pesanan sambil sesekali melirik dapur. Cerita kuliner Purbaya tak berhenti di ayam ‘cabe ijo’.
Beberapa waktu lalu, ia juga mencicipi ayam Afrika di kawasan Jakarta Pusat. Bumbunya lebih bold. Rempahnya tajam. Aromanya langsung menyeruak sejak piring diletakkan.
“Rasanya enak. Saya abis dua ayam biar kuat. Recommended. Harga terjangkau. Enak ini ayamnya gemuk, banyak dagingnya,” ucapnya.
Dari warung UMKM di samping OJK sampai ayam Afrika di pusat kota, Purbaya bukan pemilih dalam hal santapan yang penting enak tanpa ribet. Di sela rapat fiskal, grafik ekonomi, dan angka triliunan rupiah, sepiring ayam jadi ruang jeda yang paling jujur. Kadang, cerita memang lahir dari meja makan paling sederhana.













