Senyum Lebar di Terminal Kampung Rambutan: Ladang Rezeki Pedagang Sambut Lebaran

Ivan Medium.jpeg

Sabtu, 21 Maret 2026 – 05:56 WIB

Rumah Makan Padang di Kampung Rambutan (foto:antara)

Rumah Makan Padang di Kampung Rambutan (foto:antara)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Di sela-sela deru mesin bus antarkota dan tumpukan kardus berikat tali rafia, ada aroma bumbu rendang yang menyengat dari warung Jalal. Bagi sebagian orang, Terminal Kampung Rambutan adalah titik lelah perjalanan pulang. 

Namun bagi Jalal dan kawan-kawan, terminal ini adalah panggung peruntungan yang sedang berada di puncaknya.

Lebaran 2026 membawa angin segar bagi para pedagang kecil di sini. Jalal, yang sehari-harinya berjualan nasi Padang, mengaku seolah sedang bermimpi. Di hari biasa, mengantongi omzet Rp1 juta sudah cukup membuatnya tenang. Tapi sejak H-5 Lebaran, angka itu melonjak delapan kali lipat.

“Sejak H-5, warung saya sudah ramai terus. Banyak pemudik yang mampir makan sebelum perjalanan jauh,” ujar Jalal saat ditemui pada Jumat (20/3). Kini, catatan kasirnya menyentuh angka Rp8 juta per hari.

Tak jauh dari situ, Rian, pemilik warung makan lainnya, juga tak berhenti menyeka keringat sambil melayani pembeli. Baginya, puncak arus mudik pada Rabu dan Kamis lalu adalah momen “maraton” yang melelahkan namun sangat manis. Bagaimana tidak, ia berhasil meraup laba bersih Rp4 juta dalam sehari—jumlah yang setara dengan delapan hari kerja di waktu normal.

“Alhamdulillah, tahun ini benar-benar terasa. Berjualan dari jam enam pagi sampai jam sepuluh malam rasanya tidak terasa capek kalau melihat hasilnya,” kata Rian dengan wajah sumringah.

Rezeki untuk Pedagang

Bahkan Rusdi, pedagang asongan yang gesit menyalip di sela-sela bus, ikut kecipratan berkah. Botol-botol minuman dingin dan camilan di keranjangnya laku keras. Keuntungannya naik hingga 70 persen. “Biasanya Rp500 ribu, sekarang bisa sampai Rp900 ribu sehari,” tuturnya singkat sembari melayani penumpang.

Namun, pesta rezeki ini mulai melandai pada Jumat pagi. Suasana terminal yang tadinya penuh sesak mulai menunjukkan ruang-ruang kosong. H-1 Lebaran menjadi titik balik bagi ritme terminal.

Kepala Terminal Kampung Rambutan, Revi Zulkarnain, menjelaskan bahwa gelombang manusia sudah mulai surut sejak Kamis. Jika pada puncak arus Rabu (18/3) jumlah penumpang mencapai 5.336 orang, pada Jumat pagi hingga pukul 09.00 WIB, tercatat baru 325 orang yang berangkat.

“Saat ini mayoritas yang berangkat adalah pemudik jarak dekat, seperti tujuan Jawa Barat, Banten, atau Lampung,” jelas Revi.

Bagi para pemudik, sepinya terminal hari ini adalah tanda bahwa rumah sudah dekat. Namun bagi para pedagang, ketenangan ini adalah waktu sejenak untuk bernapas, menghitung syukur dari pundi-pundi yang terkumpul, sambil menanti gelombang kedua: arus balik yang akan membawa cerita rezeki baru bagi mereka.
 

Google

Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

Tambahkan Sekarang