Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) DKI Jakarta, Cornelia Agatha (kanan) saat mengunjungi anak korban perundungan di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (13/6/2026). (Foto: Antara/Risky Syukur)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) DKI Jakarta, Cornelia Agatha menegaskan bahwa aksi perundungan (bullying) yang menimpa seorang anak berinisial MWP (6) di Jakarta Pusat, beberapa waktu lalu bisa dikategorikan sebagai tindakan kriminal.
”Kalau saya lihat, anak-anak sekarang ini hampir tidak bisa dibedakan lagi mana yang kenakalan dan mana yang kriminal. Menurut saya, kasus ini bukan kenakalan saja, tetapi sudah masuk tindakan kriminal,” kata Cornelia kepada wartawan di Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (13/6/2026).
Oleh karena itu, dia meminta aparat penegak hukum untuk mengambil langkah tegas dalam penanganan kasus ini. Ketegasan dinilai penting bukan hanya demi keadilan bagi korban, melainkan juga untuk memberikan efek jera agar kejadian serupa tidak terulang di kemudian hari.
”Penanganannya harus tegas untuk memberikan efek jera, sekaligus bisa menjadi edukasi bagi anak-anak yang lain,” kata dia.
Terkait proses hukum terhadap para pelaku yang di antaranya masih berusia di bawah umur (14 tahun), Komnas PA menyatakan akan berkoordinasi lebih lanjut dengan Polres Metro Jakarta Pusat untuk mengawal implementasi hukumnya.
Di sisi lain, ketegasan hukum ini menjadi harapan besar bagi keluarga korban. Ibu korban, Vira (26), mengaku kecewa mendengar kabar bahwa salah satu pelaku anak yang berhadapan dengan hukum (ABH) sempat dipulangkan.
”Kalau saya pribadi tidak rela jika ada pelaku yang dipulangkan. Saya inginnya semua pelaku ditahan dan diproses di Polres saja,” ujar Vira.
Diketahui, kondisi kesehatan MWP (6), bocah laki-laki yang menjadi korban perundungan oleh dua remaja di Taman Kramat Pulo, Jakarta Pusat, kini berangsur pulih, meski belum sepenuhnya stabil.
Ayah korban, Bella (29), mengungkapkan bahwa putranya masih mengalami sejumlah gejala fisik pasca-penganiayaan, seperti demam tinggi, tekanan darah rendah, hingga gejala gatal-gatal di beberapa bagian tubuh.
”Tetap 40 derajat, masih panas badannya. Masih gelisah dan gatal-gatal. Kalau untuk pemeriksaan kepala, nanti berjalan, karena kepalanya kemarin sempat bengkak tapi sekarang sudah agak kempesan,” kata Bella saat ditemui di Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu.
Bella menambahkan tekanan darah korban saat ini juga masih dipantau intensif karena belum menunjukkan perkembangan normal.
“Kondisi anak belum stabil, darahnya tadi dicek masih rendah dan belum ada perkembangan,” katanya.
Guna mendapatkan penanganan medis lebih lanjut, korban dirujuk ke Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Bunda, Jakarta Pusat, pada Sabtu ini.
”Hari ini mau dirujuk ke sana. Nanti pihak dokter yang tahu apakah harus dirawat inap atau bagaimana,” ucapnya.
Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.









