Siaga Banjir 2026: Semarang siapkan 220 pompa dan evaluasi jembatan tua. (Foto: Pemkot Semarang)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang melakukan transformasi infrastruktur besar-besaran guna mengantisipasi puncak musim hujan periode Januari-Februari 2026. Langkah strategis ini diambil sebagai respons atas banjir besar yang melanda kota tersebut pada penghujung 2024 hingga awal 2025 lalu.
Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti, menegaskan bahwa penanganan banjir tahun ini tidak lagi bersifat reaktif, melainkan fokus pada solusi permanen. Salah satu proyek utamanya adalah pelebaran outlet pembuangan air di kawasan Kaligawe.
“Kami tidak hanya menyiapkan alat, tetapi membenahi akar masalahnya. Pelebaran outlet pembuangan air di Kaligawe dari 10 meter menjadi 40 meter adalah komitmen kami untuk solusi jangka panjang, bukan sekadar tambal sulam,” ujar Agustina di Semarang.
Pelebaran saluran hingga empat kali lipat ini diharapkan mampu memperlancar aliran air menuju laut, sehingga jalur logistik nasional di kawasan tersebut tidak lagi lumpuh akibat genangan.
Selain di Kaligawe, Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Semarang juga memperkuat daya tampung sistem polder dengan mengeruk dan mendalamkan puluhan waduk mini (umpung-umpung) di kawasan Mijen dan Jatingaleh. Dari sisi operasional, Pemkot menyiagakan total 220 unit pompa air, yang terdiri dari 119 pompa tetap dan 101 pompa portabel yang siap dimobilisasi ke titik darurat.
Evaluasi Jembatan dan Tanggul
Di samping penanganan banjir, Pemkot Semarang juga memperketat pengawasan infrastruktur pascainsiden ambruknya jembatan swadaya warga di Kampung Tambaksari, Mangkang Wetan, pertengahan Januari lalu. Agustina menginstruksikan pemeriksaan menyeluruh terhadap jembatan, tanggul, dan bantaran sungai yang berpotensi rawan.
“Kami temukan ada jembatan yang dibangun sejak 1996. Ini jelas perlu dievaluasi ulang kekuatan dan keamanannya,” tegasnya.
Kepala DPU Kota Semarang, Suwarto, menambahkan bahwa keberhasilan upaya ini membutuhkan dukungan masyarakat. Ia mengimbau warga untuk menjaga kebersihan lingkungan agar infrastruktur yang telah dibangun dapat berfungsi optimal.
“Kesiapan teknis pemerintah harus diimbangi kesadaran kolektif warga. Jangan buang sampah ke saluran air dan jaga kebersihan lingkungan,” pesan Suwarto.














