Presiden RI Prabowo Subianto didampingi Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, dan Wakil Menteri Pertanian Sudaryono saat menghadiri Panen Raya dan Pengumuman Swasembada Pangan di Karawang, Jawa Barat, Rabu (7/1/2026). (Foto: Inilah.com/Tangkapan Layar).
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Presiden RI Prabowo Subianto menghadiri Panen Raya dan Pengumuman Swasembada Pangan di Karawang, Jawa Barat, pada Rabu (7/1/2026).
Berdasarkan pantauan YouTube Sekretariat Presiden, Prabowo tiba di lokasi acara sekitar pukul 11.15 WIB. Mengenakan pakaian safari, kacamata hitam, dan topi, kehadirannya disambut antusias oleh masyarakat yang hadir.
Prabowo meninjau langsung produk hasil inovasi hilirisasi pertanian, perkebunan, dan peternakan di area pameran. Kunjungan ini turut didampingi Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, serta Wakil Menteri Pertanian Sudaryono.
Tampak pula Prabowo menyempatkan diri menyicipi buah dari hasil perkebunan, serta susu dan kopi dari peternak lokal.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengatakan bahwa Presiden Prabowo akan menghadiri panen raya sekaligus mengumumkan swasembada pangan. Pengumuman tersebut bertepatan dengan satu tahun keberhasilan pemerintah mencapai swasembada beras.
“Agendanya sebenarnya adalah besok itu semacam penegasan bahwa kita telah berhasil dalam satu tahun ini mencapai swasembada beras,” kata Prasetyo kepada wartawan di Hambalang, Bogor, dikutip Rabu (7/1/2026).
“Panen raya sekaligus sebagai momentum bahwa kita berhasil mencapai swasembada beras. Harapan kita bisa kita pertahankan, bisa kita tingkatkan,” ujarnya menambahkan.
Prasetyo menjelaskan pemerintah kini sudah mampu mencapai swasembada beras pada akhir tahun 2025. Pemerintah juga berencana mencapai target swasembada untuk komoditas lain, yang menjadi tolok ukur kedaulatan pangan nasional.
“(Kita) Belum swasembada pangan. Karena pangan berdiri dari beberapa hal. Kita baru bisa berhasil swasembada karbohidrat, dalam hal ini beras. Artinya swasembada, kita 2025 sudah tidak impor beras lagi,” jelasnya.










