Persebaya Hati-hati Tangani Cedea Alex Martins

Persebaya Surabaya hati-hati betul menangani cedera yang dialaminya bomber andalannya, Alex Martins. Bomber berkebangsaan Brasil tersebut masih harus menjalani proses pemulihan intensif sehingga diragukan tampil pada laga pembuka kompetisi.

Alex Martins mengalami dislokasi bahu saat memperkuat Persebaya melawan Port FC di ajang pramusim belum lama ini. Cedera tersebut didapat pada menit-menit akhir pertandingan saat duel udara setelah sebelumnya dia sempat mencetak gol penentu kemenangan 2-1 bagi Bajul Ijo.

Akibatnya, tim pelatih memilih untuk tidak mengambil risiko berlebih dengan memaksakan penyerang berusia 33 tahun itu tampil dalam waktu dekat. Sikap hati-hati ini diambil guna mencegah potensi cedera kambuhan yang lebih parah sebelum maraton kompetisi resmi dimulai.

“Alex Martins masih cedera dan kami harus berhati-hati dengannya karena situasinya tidak biasa, dan kami memiliki contoh yang bagus di sini bersama Risto yang musim lalu mengalami situasi serupa,” kata Pelatih Persebaya, Bernardo Tavares.

Di sisi lain, Tavares berkaca pada proses pemulihan panjang bek tangguh Risto Mitrevski yang membutuhkan kesabaran ekstra pascacedera parah. Risto sebelumnya sempat mengalami cedera bahu kiri (labrum shoulder) akibat jatuh terpelanting saat bersua Semen Padang, hingga harus naik meja operasi pada 7 Oktober 2025.

Saat itu, legiun asing asal Makedonia Utara tersebut juga sempat menjalani terapi pemulihan lanjutan di Kroasia sebelum kembali ke Surabaya dan berlatih bersama Bajul Ijo pada awal Desember 2025.

Pengalaman pemulihan bertahap yang sukses dilalui Risto tersebut kini dijadikan acuan utama tim pelatih dalam menangani Alex Martins.

“Tentu saja kami ingin semua pemain bisa tersedia untuk membantu kami di awal liga, tetapi saya bukan dokter sehingga saya belum bisa menjawab apakah dia siap untuk pertandingan pertama atau tidak,” tegas juru taktik asal Portugal tersebut.

Ketidakpastian kondisi Alex Martins direspons cepat oleh jajaran pelatih dengan menyiapkan berbagai skema alternatif di barisan depan. Penyesuaian taktik terus dimatangkan agar ketajaman lini serang tim asal Kota Pahlawan ini tetap terjaga tanpa kehadiran penyerang murni utama tersebut.