Mengapa Oki Rengga Sebut Piala Dunia 2026 Paling Bikin Greget?

Haris_Medium_dfc3c72d48.avif

Senin, 20 Juli 2026 – 15:20 WIB

Pelawak tunggal atau komika Oki Rengga saat mendukung tim Spanyol di laga final Piala Dunia 2026. (Dokumentasi: Inilah.com/ Harris Muda).

Pelawak tunggal atau komika Oki Rengga saat mendukung tim Spanyol di laga final Piala Dunia 2026. (Dokumentasi: Inilah.com/ Harris Muda).

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Pelawak tunggal atau komika Oki Rengga menyampaikan pandangannya mengenai penyelenggaraan Piala Dunia 2026 yang resmi berakhir pada Senin (20/7/2026) dini hari WIB. Turnamen edisi kali ini ditutup dengan keberhasilan Spanyol menjadi juara usai mengalahkan Argentina 1-0 pada partai final.

Ditemui di sela-sela acara nonton bareng final Piala Dunia 2026 di Artotel Senayan, Jakarta, Oki menilai turnamen kali ini tetap menghadirkan hiburan yang menarik bagi para pecinta sepak bola.

“Positifnya mungkin ya, dampaknya buat kita-kita, pecinta sepak bola jadi lebih senang lah ada hiburan segala macam,” kata Oki.

Meski begitu, ia juga menyoroti sejumlah kontroversi yang mewarnai jalannya turnamen. Dia berpendapat, terlalu banyak intrik yang muncul hingga memicu perdebatan terhadap beberapa keputusan.

“Negatifnya, lebih terlalu banyak intrik nih Piala Dunia kali ini. Itu aja yang jadi bikin kita kayak greget aja sama beberapa keputusan. Ya, untuk pertama kalinya ada pemain kena kartu merah terus tiba-tiba main gara-gara ditelepon kepala negara,” ujar mantan pemain bola profesional tersebut.

Sorotan Oki merujuk pada polemik yang melibatkan penyerang Timnas Amerika Serikat, Folarin Balogun. Balogun menerima kartu merah saat menghadapi Bosnia dan Herzegovina pada babak 32 besar usai menginjak kaki Tarik Muharemovic.

Sesuai regulasi, Balogun seharusnya menjalani skorsing satu pertandingan dan absen saat Amerika Serikat menghadapi Belgia di babak 16 besar.

Namun, FIFA membuat keputusan mengejutkan dengan menangguhkan pelaksanaan hukuman tersebut berdasarkan Pasal 27 Kode Disiplin FIFA. Keputusan itu memicu perdebatan karena pasal tersebut dinilai memberi ruang bagi FIFA untuk menangguhkan sanksi disiplin tanpa penjelasan rinci kepada publik.

Yang lebih mencengangkan, Presiden FIFA Gianni Infantino, mengakui menerima panggilan telepon dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump terkait kasus Balogun. Namun, ia membantah adanya intervensi dalam proses pengambilan keputusan.

Selain menyoroti kontroversi tersebut, Oki juga memberikan pandangannya mengenai penerapan hydration break yang sempat menuai pro dan kontra karena dianggap mengganggu ritme pertandingan.

Dalam Piala Dunia 2026, pemain mendapat jeda sekitar tiga menit pada pertengahan babak pertama dan kedua untuk mengatasi cuaca panas. Menurut Oki, kebijakan itu justru penting demi menjaga kondisi fisik para pemain.

“Ya, nah tapi itu penting hydration break memang, karena ada beberapa negara yang secara cuaca juga terlalu panas. Kayak kemarin Piala Dunia sebelumnya kan di Qatar kan, itu juga ada water break juga kan, ada kayak begitu-begitu karena memang pemain kayaknya butuh sedikit istirahat untuk minum dan lain-lain, makanya dibutuhkan juga hydration break,” tuturnya.

Google

Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

Tambahkan Sekarang