Mohamed Salah saat pemanasan di Leeds. Untuk pertandingan ketiga berturut-turut, ia tidak menjadi starter, dan seperti di pertandingan pertama, ia tidak masuk dari bangku cadangan. (Foto: The Guardian)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Situasi di ruang ganti Liverpool kian memanas. Bintang utama The Reds, Mohamed Salah, menuai badai kritik tajam dari para legenda klub usai melontarkan pernyataan eksplosif mengenai masa depannya di Anfield.
Mantan gelandang Liverpool, Danny Murphy dan Michael Owen, menilai sikap pemain asal Mesir tersebut tidak profesional dan menempatkan ego pribadi di atas kepentingan tim.
Ketegangan bermula pasca hasil imbang 3-3 Liverpool kontra Leeds United di Elland Road, Sabtu (6/12/2025).1 Dalam laga tersebut, pelatih Arne Slot kembali menempatkan Salah di bangku cadangan—keputusan ketiga kalinya secara beruntun.
Salah, yang sama sekali tidak dimainkan (unused substitute), meluapkan kekesalannya kepada media dengan mengklaim dirinya dijadikan “kambing hitam” atas performa buruk tim dan secara terbuka menyatakan bisa hengkang pada bursa transfer Januari.
Murphy: Salah Bikin Masalah Baru
Danny Murphy, mantan gelandang Liverpool yang kini menjadi pandit, bereaksi keras terhadap curahan hati Salah. Menurutnya, tindakan Salah justru memperkeruh suasana tim yang sedang terpuruk di papan tengah.
“Ketuk pintu manajer, temui pemilik klub, lakukan apa pun yang harus dilakukan, tapi sampaikan kekecewaan itu secara internal,” ujar Murphy dalam program Match of the Day.
“Dengan melakukan ini (bicara ke media), dia justru menciptakan masalah bagi tim dan manajer, serta membuat segalanya seolah-olah hanya tentang dirinya sendiri. Anda tidak bisa melakukan itu. Entah Anda benar atau salah, cara menyikapinya tidak boleh seperti ini,” tegas Murphy.
Owen: Ini Permainan Tim, Bukan Individu
Senada dengan Murphy, mantan striker Liverpool Michael Owen juga menyayangkan sikap juniornya itu. Melalui media sosial, Owen mengingatkan Salah bahwa sepak bola adalah olahraga kolektif, bukan panggung individu.
“Saya bisa membayangkan perasaanmu. Kamu telah menggendong tim ini sekian lama dan memenangkan segalanya. Tapi ini adalah permainan tim dan kamu tidak bisa begitu saja mengatakan apa yang kamu katakan di depan publik,” tulis Owen.
Owen juga menyoroti waktu (timing) pernyataan Salah yang dianggap tidak tepat karena ia akan segera meninggalkan klub untuk tugas negara.2
“Kamu akan pergi ke Piala Afrika (AFCON) seminggu lagi. Seharusnya kamu menahan diri, nikmati waktu membela negaramu, dan lihat bagaimana situasinya saat kembali nanti,” tambah Owen.
Statistik Menurun dan Ancaman Absen Panjang
Kemarahan Salah diyakini meledak akibat keputusan Arne Slot yang mulai meminggirkannya dari starting eleven.3 Rekor 53 kali menjadi starter berturut-turut di Liga Inggris terhenti pekan lalu saat melawan West Ham. Musim ini, ketajaman Salah memang menurun drastis; ia baru mencetak lima gol dalam 18 penampilan di semua kompetisi.
Padahal, Salah baru saja menandatangani perpanjangan kontrak berdurasi 2,5 tahun awal tahun ini setelah membawa Liverpool juara liga musim lalu. Kini, The Reds terdampar di peringkat kedelapan klasemen setelah 15 pertandingan.
Situasi makin pelik bagi Liverpool karena Salah dijadwalkan meninggalkan klub pada 15 Desember untuk membela Mesir di Piala Afrika.4 Jika Mesir melaju hingga final pada 18 Januari, Salah akan absen dalam enam laga krusial Liverpool, termasuk lawatan ke markas Tottenham Hotspur dan Arsenal, serta laga kandang melawan Wolves dan Leeds (Piala Liga).
Ancaman Salah untuk hengkang di bulan Januari kini menjadi bola panas yang harus segera dipadamkan manajemen Liverpool sebelum jendela transfer dibuka.














