Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi sekaligus Ketua Dewan Penasihat Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Hashim Djojohadikusumo dalam Indonesia-Thailand Business Forum di Jakarta, Selasa (4/8/2026) (Foto: Antara/A Muzdaffar Fauzan)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Ketua Dewan Penasihat Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Hashim Djojohadikusumo memastikan Indonesia adalah negara yang aman dan terpercaya bagi investor maupun pelaku usaha global untuk berinvestasi serta menjalankan kegiatan bisnis.
Kepastian tersebut didukung oleh komitmen Indonesia dalam menjalankan prinsip politik luar negeri bebas aktif atau non-alignment, sehingga Indonesia tetap terbuka terhadap investasi dari berbagai negara tanpa memihak blok tertentu.
“Kami telah memegang teguh kebijakan yang kami sebut sebagai non-blok. Dengan kata lain, kami adalah negara yang bersikap sepenuhnya netral,” ujar Hashim saat menghadiri Indonesia–Thailand Business Forum di Jakarta, Selasa (4/8/2025).
Ia menjelaskan, Indonesia selama ini menerima investasi dari berbagai belahan dunia, mulai dari Rusia, China, Amerika Serikat, negara-negara Eropa, Jepang, hingga Australia.
Karena itu, Hashim memastikan para investor dan mitra dagang tidak perlu meragukan keamanan investasi di Indonesia. “Dan kami dapat meyakinkan seluruh investor dan mitra dagang mengenai keandalan, serta fakta bahwa investasi Anda aman. Investasi Anda aman dan akan selamanya aman,” tegasnya.
Perkuat Kolaborasi Indonesia Thailand
Dalam forum tersebut, Hashim juga menyoroti eratnya hubungan Indonesia dan Thailand yang telah terjalin selama puluhan tahun. Menurutnya, kedua negara memiliki pengalaman serupa dalam menghadapi berbagai tantangan ekonomi, termasuk saat krisis finansial Asia pada 1997.
Pada masa itu, kata dia, Indonesia dan Thailand sama-sama menghadapi tekanan ekonomi yang berat. Meski demikian, dunia usaha di kedua negara mampu bertahan dan menunjukkan daya tahan yang kuat.
Hashim menilai keterkaitan ekonomi Indonesia dan Thailand juga tercermin dari semakin intensifnya aktivitas perdagangan dan kerja sama industri antara kedua negara.
Di tengah dinamika global yang semakin kompleks, ia berpandangan Indonesia dan Thailand perlu memperkuat kolaborasi untuk menghadapi berbagai tantangan bersama, termasuk kenaikan harga energi yang berdampak terhadap harga berbagai komoditas.
Sebagai Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi, Hashim optimistis hubungan ekonomi Indonesia dan Thailand akan terus berkembang. Ia meyakini kedua negara dapat mencapai target nilai perdagangan bilateral sebesar 20 miliar dolar AS dalam waktu yang telah ditetapkan.
Target tersebut sejalan dengan komitmen Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Thailand yang menargetkan nilai perdagangan bilateral mencapai 20 miliar dolar AS pada 2030 melalui penguatan kemitraan strategis di berbagai sektor.
Komitmen itu sebelumnya disampaikan Presiden Prabowo Subianto dalam pernyataan pers bersama setelah menerima kunjungan Perdana Menteri Thailand Anutin Charnvirakul di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (3/8).
“Kerja sama ekonomi tetap menjadi pilar utama hubungan bilateral kita. Kami optimistis target perdagangan sebesar 20 miliar dolar AS pada tahun 2030 dapat dicapai melalui implementasi roadmap kemitraan strategis,” ujar Prabowo.
Kunjungan Perdana Menteri Thailand ke Indonesia tersebut merupakan yang pertama dalam 15 tahun terakhir. Dalam kesempatan itu, kedua pemimpin negara juga mengadopsi Roadmap Kemitraan Strategis Indonesia–Thailand 2026–2030 sebagai pedoman untuk memperkuat hubungan bilateral di berbagai sektor, mulai dari ekonomi, perdagangan, investasi, hingga bidang strategis lainnya.
Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.













