José Mourinho mengawali periode keduanya sebagai pelatih Real Madrid dengan kemenangan dramatis. Los Blancos menundukkan Espanyol 2-1 dalam laga perdana LaLiga 2026/2027 di Stadion RCDE, Sabtu (22/8/2026).
Kemenangan tersebut terasa semakin spesial karena menjadi pertandingan kompetitif pertama Mourinho bersama Real Madrid setelah kembali dipercaya menangani klub ibu kota Spanyol itu, 13 tahun setelah periode pertamanya berakhir.
Real Madrid sempat berada dalam situasi sulit setelah keunggulan Jude Bellingham dibalas Espanyol. Namun, pemain baru Carlos Espí menjadi pahlawan setelah mencetak gol kemenangan pada menit ke-90.
Bellingham Bawa Real Madrid Unggul
Real Madrid langsung mengambil inisiatif sejak awal pertandingan. Tekanan Los Blancos membuahkan hasil ketika Bellingham mencetak gol pada menit kesembilan.
Gelandang Timnas Inggris itu memanfaatkan tendangan bebas Arda Güler untuk membawa Madrid unggul 1-0.
Gol tersebut menjadi momen penting bagi Bellingham yang baru mencatat penampilan keduanya setelah membantu Inggris meraih posisi ketiga di Piala Dunia 2026 sekitar lima pekan sebelumnya.
Namun, keunggulan Madrid tidak bertahan lama.
Espanyol berhasil menyamakan kedudukan melalui Cala pada menit ke-30. Skor 1-1 bertahan hingga babak pertama berakhir.
Carlos Espí Jadi Pahlawan Mourinho
Memasuki babak kedua, Real Madrid meningkatkan tekanan. Mourinho memasukkan sejumlah pemain untuk mempertahankan intensitas serangan.
Keputusan tersebut akhirnya membuahkan hasil pada penghujung pertandingan.
Carlos Espí menjadi penentu kemenangan Madrid. Pemain berusia 21 tahun itu masuk dari bangku cadangan pada menit ke-80.
Hanya 10 menit berada di lapangan, Espí langsung mencetak gol pada menit ke-90.
Gol tersebut bermula ketika Kylian Mbappé kehilangan penguasaan bola setelah mendapat tekanan pemain Espanyol. Bola kemudian jatuh ke arah Espí yang langsung melepaskan tembakan dan menaklukkan Marko Dmitrovic.
Real Madrid pun menang 2-1.
“Dia sedang menjalani mimpi, tetapi dia tidak bekerja seperti seseorang yang berada di bulan. Dia bekerja keras untuk tim,” ujar Mourinho mengenai Espí.
“Gol menentukan segalanya,” lanjutnya.
Espí sebelumnya menjadi salah satu pemain menonjol di LaLiga musim lalu. Real Madrid disebut mengeluarkan €25 juta untuk merekrutnya dari Levante.
Gol ke gawang Espanyol juga menjadi gol ke-11 Espí di LaLiga sejak 27 Februari, terbanyak dibanding pemain lain di kompetisi tersebut dalam periode yang sama.
Mourinho Puas, tapi Akui Espanyol Tak Layak Kalah
Mourinho menilai Real Madrid pantas membawa pulang tiga poin, meski ia juga memberikan apresiasi kepada Espanyol.
“Saya pikir kami pantas menang. Tetapi Espanyol tidak pantas kalah,” kata Mourinho seusai pertandingan.
Menurut pelatih asal Portugal tersebut, Madrid tampil lebih dominan pada babak kedua.
“Di babak kedua kami memiliki kontrol yang bagus, memberikan tekanan, mengambil banyak risiko, dan kami pantas menang,” ujarnya.
Kemenangan ini menjadi awal yang ideal bagi Mourinho setelah kembali ke Santiago Bernabeu.
Tiga Pemain Baru Langsung Jadi Starter
Mourinho memberikan kepercayaan kepada tiga rekrutan baru untuk langsung tampil sebagai starter.
Marc Cucurella, Denzel Dumfries, dan Bernardo Silva semuanya dimainkan sejak menit pertama.
Catatan tersebut membuat Real Madrid untuk pertama kalinya sejak 2009 menurunkan tiga pemain debutan dalam starting XI pada pertandingan pembuka LaLiga.
Pada 2009, tiga pemain baru yang menjadi starter dalam laga pembuka adalah Cristiano Ronaldo, Kaka, dan Karim Benzema.
Sementara itu, pemain anyar lainnya, Yan Diomande, masuk pada menit ke-64 menggantikan Arda Güler.
Pemain sayap asal Pantai Gading itu merupakan rekrutan termahal Real Madrid pada musim panas ini. Los Blancos dilaporkan membayar RB Leipzig sebesar €125 juta sebagai biaya awal transfer.
Mourinho Soroti Posisi Bellingham
Selain kemenangan, posisi Jude Bellingham juga menjadi perhatian Mourinho.
Pelatih berusia 63 tahun tersebut menginginkan Bellingham bermain lebih dekat dengan lini depan agar kemampuan mencetak golnya lebih maksimal.
“Saya memiliki keraguan apakah akan memainkannya sejak awal atau memasukkannya sebagai pemain pengganti. Saya tidak tahu apakah keputusan memainkan dia sejak awal sudah tepat, tetapi secara fisik dan mental dia sangat kuat,” kata Mourinho.
Menurut Mourinho, Bellingham lebih efektif ketika bermain dekat dengan penyerang.
“Bagi saya, ini adalah posisinya. Dia menjadi penghubung dengan para penyerang, dia bisa mencetak gol dan harus bermain dekat dengan gawang,” ujarnya.
“Ketika bermain sebagai nomor 6 atau 8, kami kehilangan kedekatannya dengan gawang. Saya menyukai Jude yang seperti ini, dalam kondisi fisik terbaik. Dia bekerja selama 90 menit dengan kualitas,” tambah Mourinho.










