Hari Ketiga Pencarian, Bocah Tenggelam di Sungai Cisadane Ditemukan Meninggal

artwork-didit.png

Senin, 27 Juli 2026 – 11:04 WIB

Kondisi Sungai Cisadane di Pintu Air 10 Tangerang, Jumat (23/1/2026). (Foto: IG Banten Raya)

Kondisi Sungai Cisadane di Pintu Air 10 Tangerang, Jumat (23/1/2026). (Foto: IG Banten Raya)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Tim SAR gabungan menemukan jasad NAS (13), bocah yang tenggelam di Sungai Cisadane, kawasan Perumahan Pesona Serpong, Kelurahan Kademangan, Kecamatan Setu, Kota Tangerang Selatan. 

Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada hari ketiga pencarian, Senin (27/7/2026) sekitar pukul 08.20 WIB.

Jasad korban ditemukan mengambang di aliran sungai sekitar satu kilometer dari titik awal diduga hanyut. Tim kemudian mengevakuasi korban ke pos lapangan sebelum diserahkan kepada pihak keluarga.

Penata Layanan Operasional sekaligus Komandan Pleton Satgas BPBD Kota Tangerang Selatan, Dian Wiryawan, mengatakan pencarian hari ketiga membuahkan hasil setelah tim kembali menyisir aliran sungai sejak pagi.

“Korban ditemukan sekitar pukul 08.20 WIB dalam kondisi mengambang. Selanjutnya dievakuasi dan diserahkan kepada keluarga,” kata Dian.

Awal Mula Peristiwa Tenggelam

Peristiwa bermula, Sabtu (25/7/2026) sekitar pukul 14.40 WIB saat korban berenang bersama enam rekannya di Sungai Cisadane. Diduga korban yang tidak bisa berenang terpeleset ke bagian sungai yang lebih dalam dan terseret arus.

Rekan-rekan korban sempat berusaha memberikan pertolongan, namun gagal karena kelelahan. 

“Teman korban sempat menolong, tetapi kelelahan sehingga korban hanyut terbawa arus,” ujar Dian.

Operasi pencarian dilakukan sejak hari pertama dengan penyisiran melalui jalur air menggunakan perahu karet serta jalur darat di sepanjang bantaran sungai dengan radius sekitar 500 meter dari titik awal.

Pada hari kedua, Minggu (26/7/2026), pencarian diperluas hingga sekitar empat kilometer menggunakan perahu bermotor. Tim juga menerapkan metode “blender” menggunakan perahu LCR Mopel pada radius sekitar 1,5 kilometer, namun korban belum ditemukan hingga pencarian ditutup sore hari.

Pencarian dilanjutkan pada hari ketiga hingga akhirnya korban ditemukan. Dengan ditemukannya jasad korban, operasi SAR resmi dinyatakan selesai.

Operasi pencarian melibatkan berbagai unsur, di antaranya Basarnas, BPBD Kota Tangerang Selatan, Dinas Pemadam Kebakaran, TNI-Polri, PMI, relawan, serta masyarakat setempat. 

Selama proses pencarian, tim menghadapi kendala seperti arus bawah yang deras, banyaknya batu di dasar sungai, serta kondisi sungai yang bervariasi.

Google

Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

Tambahkan Sekarang