Gubernur Dedi Mulyadi: Saya itu Bolduser, Bereskan Semua Hambatan Investasi

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi bersama para stakeholder menunjukkan perjanjian investasi dalam West Java Invesment Forum (WJIF) di Bandung, Jumat (14/11/2025). (Foto: Antara)

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyebut, bertapa rumitnya jika investor ingin menanamkan modalnya di Jabar. Itu sebabnya Dedi ingin memposisikan dirinya bukan hanya sebagai duta investasi, tetapi juga solusi hambatan investasi.

“Saya itu buldoser, saya bereskan semua hambatan investasi. Kalau enggak ada pemimpin yang nyelesaikan, investasi di kita ini stres Pak. Capek, rumit,” kata Dedi di acara West Java Investment Summit (WJIS) 2025 di Bandung, dikutip Senin (17/11/2025).

Dalam kesempatan itu Dedi mengungkapkan, sebanyak 104 proyek investasi senilai Rp186,29 triliun ditawarkan dalam West Java Investment Summit (WJIS) 2025, meliputi infrastruktur, agribisnis, hingga agriculture.

Penawaran proyek yang terdiri dari 41 proyek ready to offer serta 63 proyek potensi investasi baru, diklaim Dedi menyedot perhatian ratusan calon penanam modal, akibat komunikasi intensif yang dibangun Pemprov Jabar dengan berbagai pihak, termasuk investor asing.

“Ya hari ini kan relatif tinggi ya investasi di Jawa Barat. Dan itu juga terjadi karena kemudahan saya berkomunikasi dengan berbagai pihak, termasuk tadi kan salah seorang dari Tiongkok, itu pernah ketemu dengan saya,” ujar Dedi.

Menurut Dedi, kepercayaan menjadi faktor utama yang memantik masuknya investasi. Ia menyebut salah satu investor tersebut bahkan memboyong 40 calon investor lain untuk hadir dalam forum WJIS.

“Kan bagi saya itu baik, dan itu terjadi karena adanya kepercayaan. Kepercayaan itu melahirkan kewenangan mereka untuk berusaha,” katanya.

Dedi menegaskan Pemprov Jabar selalu hadir untuk memastikan kelancaran investasi, termasuk urusan teknis di lapangan. “Itu semua dibuat terkoneksi dengan baik. Investasi harus berjalan, alam harus dijaga, jalan-jalan harus terpakai,” ucapnya.

Pihak Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PMPTS) mencatat dari target Rp271 triliun yang diberikan Pusat pada tahun 2025, dan Jabar telah mencatat realisasi sebesar Rp218 triliun.

Jabar memiliki peran yang sangat strategis dalam perekonomian Indonesia di mana sekitar 13 persen dalam kontribusi ekonomi nasional, sementara dibandingkan Jawa lainnya, kontribusi Jabar mencapai 23 persen.

“Harapannya melalui one on one meeting ini ada kesempatan bagi para investor untuk benar-benar merealisasikan investasinya di Jawa Barat,” tutur Kepala Dinas PMPTSP Provinsi Jabar Dedi Taufik.