PT Pertamina (Persero) dorong peningkatan kesejahteraan rakyat lewat berbagai program TJSL, termasuk bantuan untuk Ultra Mikro Pertamina Aksi (UMiMAX) 2026 yang diresmikan di lapangan Kantor Pusat Pertamina, Jakarta Pusat, Jumat (10/7/2026). (Foto: Dok PT Pertamina).
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
PT Pertamina (Persero) memperkuat komitmen dalam membantu meningkatkan kesejahteraan rakyat, melalui berbagai program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Sejalan dengan Asta Cita untuk pembangunan berkelanjutan.
Kali ini, Pertamina mengadakan program Pasar Murah Sembako (Pusako) hingga Juli 2026, berhasil menyalurkan 126.000 paket sembako di berbagai wilayah operasi Pertamina Group.
Para penerima sembako adalah masyarakat prasejahtera yang masuk dalam kategori desil 1-4, pengemudi ojol dan ojek pangkalan, sopir bajaj BBG, guru honorer, warga disabilitas, PPSU, petugas Damkar dan masyarakat rentan lainnya. Paket sembako dijual seharga Rp30.000 saja, dari awalnya Rp220.000.
Nantinya, seluruh hasil penjualan paket sembako dikembalikan kepada masyarakat melalui pembangunan dan penyediaan fasilitas umum, sehingga manfaat program terus berkelanjutan.
Pertamina meluncurkan program Ultra Mikro Pertamina Aksi (UMiMAX) 2026, merupakan kelanjutan dari keberhasilan UMiMAX 2025. Acaranya digelar di lapangan Kantor Pusat Pertamina, Jakarta Pusat, Jumat (10/7/2026).
“Mudah-mudahan bermanfaat. Insha Allah, berkah. Dalam agama kami, hari-hari bersedekah membuat sukses dalam hidup. Terima kasih Pertamina,” kata Komisaris Utama (Komut) sekaligus Komisaris Independen Pertamina, Mochamad Iriawan.
Tahun lalu, Pertamina berhasil memberdayakan 168 pelaku usaha ultra mikro dengan total omzet lebih dari Rp2,7 miliar. Tahun ini, diperluas menjadi 1.000 penerima manfaat di provinsi-provinsi yang jumlah penduduk prasejahteranya terbanyak.
Berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), provinsi yang jumlah warga prasejahteranya terbanyak adalah Jawa Barat (Jabar), Jawa Tengah (Jateng), Jawa Timur (Jatim), Sulawesi Selatan (Sulsel), Sumatera Utara (Sumut), dan Nusa Tenggara Timur (NTT).
Corporate Secretary PT Pertamina, Arya Dwi Paramita menyatakan, untuk program UMiMAX, terdapat pendampingan terlebih dahulu bagi penerima manfaat. Misalnya, bagaimana mereka mengelola modal dagang agar bisa berkembang.
“Jadi untuk kopi keliling kemudian ada juga warung mi instan dan beberapa layanan lainnya, itu nanti dikontrol secara berkala oleh pendampingnya. Diberikan masukan, konsultasi dan juga arahan supaya teman-teman ini bisa mendapatkan manfaat,” ungkapnya.
Sasaran program ini, meliputi pekerja yang terdampak efisiensi, masyarakat desil 1–4, guru honorer, penyandang disabilitas, serta kelompok rentan lainnya untuk memperkuat kapasitas usaha dan kemandirian ekonomi.
Arya menegaskan, program ini digelar untuk masyarakat. Pihak Pertamina tidak mengejar keuntungan apapun. “Karena semua manfaatnya enggak ke Pertamina, tetapi untuk masyarakat. Jadi kita tidak mengambil benefit dari sini, kita murni untuk membangun ekonomi mereka supaya bisa lebih mandiri,” pungkasnya.
Suwandi, salah satu penerima manfaat program Pertamina itu, mengaku bersyukur atas kehadiran Pertamina. Pria asal Pemalang, Jawa Tengah (Jateng) yang kini tinggal di Palmerah, Jakarta Barat bersyukur karena mendapatkan bantuan gerobak UMiMAX dari Pertamina.
“Pekerjaannya dagang mi ayam, terus kemarin aku punya pikiran Ya Allah kepengen tambahan, pengen dagang kopi atau minuman eh ternyata rezeki. Alhamdulillah,” ucap Suwandi.
Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.













